Dusan Vlahovic masih berstatus tanpa klub pada 11 Agustus 2026 setelah kontraknya bersama Juventus berakhir pada 30 Juni. Situasi ini menarik karena sang striker baru berusia 26 tahun dan masih mempunyai reputasi besar di sepak bola Eropa.
Namun status bebas transfer ternyata tidak otomatis membuat pasar bergerak cepat karena paket ekonomi yang menyertai perekrutannya tetap mahal. Beberapa klub menunjukkan ketertarikan, tetapi sampai sekarang belum ada kesepakatan kontrak yang benar-benar diselesaikan.
Situasi tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai penyebab Dusan Vlahovic masih menganggur, mulai tuntutan gaji, performa, cedera, sampai kemungkinan masalah attitude. Berdasarkan sejumlah laporan kredibel, persoalan utamanya justru jauh lebih kompleks daripada sekadar perilaku pemain.
Dusan Vlahovic Gagal Memperpanjang Kontrak dengan Juventus
Juventus sebenarnya sempat membuka kemungkinan mempertahankan Dusan Vlahovic sebelum kontraknya berakhir, tetapi negosiasi terakhir tidak mencapai kesepakatan. Klub menawarkan sekitar enam juta euro plus bonus, sementara pihak pemain dilaporkan meminta sekitar delapan juta euro ditambah bonus.
Perbedaan sekitar dua juta euro per musim terlihat tidak terlalu besar untuk klub elite, tetapi persoalannya tidak berhenti pada gaji pokok. Bonus penandatanganan, komisi perwakilan, dan berbagai komponen tambahan ikut menentukan besarnya biaya kontrak keseluruhan.
Dusan Vlahovic sebelumnya memperoleh sekitar 12 juta euro net pada tahun terakhir kontraknya bersama Juventus dan menjadi pemain dengan bayaran tertinggi Serie A. Nilai tersebut menjadi patokan yang sulit dipertahankan ketika Juventus mulai mengubah struktur gaji mereka.
Juventus bahkan berharap kontrak baru dapat berada pada kisaran enam sampai tujuh juta euro per musim, jauh di bawah penghasilan sebelumnya. Perbedaan valuasi akhirnya membuat kedua pihak berpisah setelah pembicaraan terakhir pada awal Juni 2026.
Karena itu, kegagalan perpanjangan kontrak lebih tepat dibaca sebagai ketidaksepakatan ekonomi daripada konflik personal. CEO Juventus Damien Comolli bahkan sempat mengatakan klub ingin melanjutkan kerja sama, meski belum mengetahui formula yang memungkinkan kesepakatan tercapai.
Gaji Dusan Vlahovic Jadi Masalah Terbesar?
Masalah finansial memang menjadi salah satu faktor terbesar mengapa Dusan Vlahovic belum segera mendapatkan klub baru. Status bebas transfer menghilangkan biaya pembelian, tetapi bukan berarti klub dapat mendapatkannya dengan paket keseluruhan yang murah.
Klub yang mengontrak pemain bebas transfer biasanya harus menyediakan gaji kompetitif, signing bonus, dan komisi kepada pihak yang terlibat dalam negosiasi. Dalam kasus Vlahovic, laporan Italia beberapa kali menyoroti tingginya tuntutan ekonomi tersebut sebagai hambatan utama.
Artinya, klub mungkin tidak membayar puluhan juta euro kepada Juventus, tetapi biaya empat tahun kontrak tetap bisa sangat besar. Apalagi Dusan Vlahovic datang dari struktur gaji sekitar 12 juta euro net pada musim terakhirnya di Turin.
Hal ini menjelaskan mengapa banyak klub besar memilih berhitung lebih lama meski mereka mengenal kualitas sang penyerang. Biaya kontrak tinggi menjadi semakin berisiko ketika pemain tersebut tidak lagi menawarkan jaminan produktivitas seperti saat masih bersinar bersama Fiorentina.
Jadi, persoalannya bukan semata-mata Dusan Vlahovic meminta gaji terlalu besar, melainkan apakah seluruh paket ekonominya sesuai dengan nilai yang diterima klub. Sampai sekarang, jawaban beberapa tim elite tampaknya masih belum cukup meyakinkan untuk menghasilkan kontrak.
Status Gratis Dusan Vlahovic Ternyata Menyesatkan
Label bebas transfer sering membuat pemain terlihat seperti kesempatan murah, padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Klub memang tidak membayar transfer fee, tetapi uang tersebut sering berpindah bentuk menjadi gaji, bonus penandatanganan, dan komisi perwakilan pemain.
Beşiktaş misalnya dikabarkan bersedia memberikan Dusan Vlahovic bayaran sekitar 10 juta euro per musim, ditambah signing bonus dan komisi agen. Tawaran itu memperlihatkan besarnya investasi yang tetap diperlukan walaupun pemain didatangkan tanpa biaya transfer.
Jika sebuah klub mengikat striker tersebut selama empat tahun dengan gaji tinggi, nilai kontraknya dapat mencapai puluhan juta euro sebelum bonus dihitung. Risiko itulah yang membuat status free agent tidak otomatis menjadikan Vlahovic rebutan seluruh klub elite.
Sebaliknya, klub sekarang dapat membandingkan biaya tersebut dengan membeli penyerang lain yang lebih muda, mempunyai catatan cedera lebih baik, atau memiliki tuntutan gaji lebih rendah. Kondisi pasar seperti inilah yang mempersempit pilihan realistis Dusan Vlahovic.
Dusan Vlahovic Terlalu Selektif Memilih Klub?
Faktor berikutnya adalah pilihan destinasi karena Dusan Vlahovic tampaknya tidak ingin sekadar menerima tawaran terbesar yang datang. Beşiktaş sudah menunjukkan keseriusan cukup lama, tetapi sang striker beberapa kali meminta waktu sebelum memberikan jawaban akhir.
Situasi mulai berubah dalam beberapa hari terakhir setelah laporan dari Italia menyebut pemain Serbia tersebut mulai lebih terbuka terhadap Beşiktaş. Klub Turki menjadi pihak yang paling konsisten dan serius berusaha mendapatkan tanda tangannya sepanjang musim panas.
Namun Dusan Vlahovic juga terus dikaitkan dengan Atletico Madrid dan sebelumnya berharap mendapatkan kesempatan bermain untuk Barcelona. Ketika seorang pemain menunggu klub tertentu, proses transfer bisa berlangsung panjang meskipun tawaran konkret dari tempat lain sudah tersedia.
Strategi tersebut tentu bukan sesuatu yang salah karena pemain berhak menentukan arah kariernya sendiri. Tetapi semakin lama keputusan ditunda, semakin besar risiko klub-klub elite menyelesaikan kebutuhan mereka melalui target lain sebelum Dusan Vlahovic mengambil keputusan.
Barcelona Tidak Benar-benar Membutuhkan Dusan Vlahovic?
Barcelona menjadi contoh menarik karena nama Dusan Vlahovic terus dikaitkan dengan klub Catalan, tetapi ia bukan prioritas utama. Laporan Spanyol menyebut Barcelona mencari penyerang yang lebih aktif dalam pressing, pembangunan serangan, dan kombinasi permainan.
Vlahovic merupakan penyerang yang sangat berbahaya ketika mendapatkan suplai bola di area penalti dan mempunyai kualitas penyelesaian dengan kaki kiri. Namun karakter tersebut tidak selalu sama dengan profil nomor sembilan yang sedang dicari tim tertentu.
Barcelona bahkan pernah menerima penawaran mengenai Dusan Vlahovic tetapi memilih memprioritaskan opsi lain untuk sektor depan. Situasi itu memperlihatkan bahwa status gratis dan reputasi besar belum cukup apabila profil pemain tidak sepenuhnya sesuai kebutuhan taktik klub.
Ini menjadi salah satu masalah tersembunyi dalam kasus Vlahovic karena pasar klub elite sekarang sangat spesifik. Mereka tidak hanya mencari pencetak gol, tetapi penyerang yang cocok dengan pressing, struktur penguasaan, mobilitas, dan pola pembangunan serangan.
Performa Dusan Vlahovic Masih Bagus, tetapi Belum Level Superstar
Dusan Vlahovic menutup perjalanan bersama Juventus dengan 68 gol dari 168 pertandingan di seluruh kompetisi. Angka tersebut jelas bukan catatan buruk, tetapi belum sepenuhnya sesuai ekspektasi besar ketika Juventus mengeluarkan investasi besar untuk membelinya dari Fiorentina.
Pada musim 2025/2026, sang striker hanya mencatat 10 gol dalam 23 penampilan karena waktunya banyak terpotong cedera. Produktivitas tersebut membuat calon klub harus mempertimbangkan apakah paket gaji besar sebanding dengan output yang bisa mereka peroleh.
Dusan Vlahovic sebenarnya tetap memperlihatkan ketajaman pada beberapa momen dan bahkan mencetak gol hanya sepuluh detik setelah kickoff ketika Juventus menghadapi Lecce. Namun kontinuitas menjadi persoalan karena ia tidak mampu menjalani musim penuh secara stabil.
Dengan tuntutan ekonomi tinggi, standar yang digunakan klub otomatis ikut meningkat karena mereka mengharapkan striker dengan produksi gol sangat konsisten. Ketika statistik dan kebugaran belum memberikan kepastian tersebut, keputusan investasi menjadi jauh lebih sulit.
Cedera Menjadi Risiko Serius bagi Dusan Vlahovic
Riwayat kebugaran menjadi aspek lain yang tidak dapat diabaikan setelah Dusan Vlahovic mengalami cedera berat pada akhir November 2025. Pemeriksaan Juventus menemukan kerusakan tingkat tinggi pada sambungan otot-tendon adductor longus bagian kiri.
Cedera tersebut akhirnya membutuhkan operasi dan membuat sang striker kehilangan lebih dari empat bulan pertandingan. Setelah kembali, ia juga mengalami masalah betis pada April 2026 yang kembali mengganggu kontinuitas penampilannya menjelang akhir musim.
Bagi klub yang menawarkan kontrak tiga atau empat tahun, riwayat cedera seperti itu akan masuk dalam penghitungan risiko. Mereka bukan hanya menilai berapa gol yang dapat dicetak, tetapi juga berapa banyak pertandingan yang realistis dimainkan.
Ketika tuntutan gaji besar bertemu riwayat cedera serius, klub cenderung mengambil keputusan lebih konservatif. Faktor kebugaran mungkin bukan alasan tunggal Dusan Vlahovic menganggur, tetapi jelas memperkuat keraguan terhadap besarnya investasi yang dibutuhkan.
Apakah Dusan Vlahovic Punya Masalah Attitude?
Pertanyaan mengenai attitude sering muncul ketika pemain terkenal cukup lama tidak menemukan klub, tetapi kasus Dusan Vlahovic tidak mempunyai bukti kuat menuju kesimpulan tersebut. Justru beberapa mantan pelatih memberikan penilaian positif terhadap profesionalisme sang penyerang.
Thiago Motta pernah menyebut Dusan Vlahovic mempunyai karakter serta mentalitas kuat dan menunjukkan profesionalisme tinggi ketika bermain untuk Juventus. Motta juga mengatakan sang striker membantu rekan-rekannya dan mudah ditangani sebagai pemain berkelas.
Igor Tudor kemudian memberikan penilaian serupa dengan memuji komitmen Vlahovic setelah kemenangan Juventus atas Udinese. Tudor mengatakan sang pemain tampil menggunakan hati, berkorban untuk tim, dan memberikan dampak penting ketika masuk dari bangku cadangan.
Bukti tersebut membuat teori bahwa Dusan Vlahovic dijauhi klub karena mempunyai perangai buruk tidak mendapatkan dukungan kuat. Sampai sekarang tidak ada laporan kredibel mengenai masalah disiplin serius, konflik ruang ganti, atau ketidakprofesionalan yang menjelaskan statusnya.
Hal yang perlu dibedakan adalah negosiasi kontrak keras dan attitude sebagai pesepak bola profesional. Seorang pemain boleh mempertahankan valuasinya, sementara klub juga mempunyai hak untuk menilai tuntutan tersebut terlalu mahal dibandingkan risiko yang harus ditanggung.
Masalah Utamanya Justru Ekspektasi Kubu Dusan Vlahovic
Persoalan yang lebih rasional adalah ekspektasi ekonomi kubu Dusan Vlahovic belum sepenuhnya bertemu dengan valuasi pasar saat ini. Gaji tinggi, komisi, bonus, dan preferensi destinasi membuat ruang negosiasi menjadi lebih sempit daripada kelihatannya.
Situasi pasar juga berubah dibandingkan Januari 2022 ketika Juventus membelinya setelah periode luar biasa bersama Fiorentina. Saat itu Vlahovic dipandang sebagai calon penyerang kelas dunia, sedangkan sekarang klub memiliki lebih banyak data mengenai produktivitas dan cedera.
Dusan Vlahovic tetap memiliki kualitas langka sebagai penyerang tengah dengan penyelesaian kuat dan kemampuan mengancam pertahanan secara langsung. Namun klub elite sekarang semakin mempertimbangkan kecocokan sistem sebelum memberikan kontrak dengan nilai finansial sangat tinggi.
Karena itulah statusnya sekarang lebih tepat disebut anomali pasar daripada bukti bahwa kualitasnya menghilang. Pemain tersebut masih bernilai tinggi, tetapi variabel finansial, fisik, teknis, dan strategi karier belum menemukan titik temu yang ideal.
Beşiktaş atau Atletico Madrid Jadi Solusi Dusan Vlahovic?
Beşiktaş saat ini menjadi kandidat paling konkret karena terus meningkatkan upaya mendapatkan Dusan Vlahovic. Media olahraga Turki melaporkan klub Istanbul masih aktif dalam pembicaraan, sementara sang striker mulai memberikan sinyal lebih terbuka terhadap kemungkinan tersebut.
Atletico Madrid juga tetap berada dalam pembicaraan pasar setelah kembali mempertimbangkan striker Serbia tersebut. Minat itu berkaitan dengan kemungkinan perubahan lini depan apabila Alexander Sorloth akhirnya meninggalkan Madrid menuju klub Turki.
Secara gaya, Atletico dapat menjadi tujuan menarik karena Dusan Vlahovic memiliki karakter penyerang fisik yang mampu bermain langsung menuju pertahanan lawan. Namun klub Spanyol tetap harus mempertimbangkan komposisi lini depan dan struktur gaji sebelum bergerak.
Jika Beşiktaş menawarkan kepastian lebih cepat sementara Atletico masih menunggu perkembangan Sorloth, keputusan akhirnya berada di tangan Vlahovic. Semakin dekat musim baru berjalan, semakin besar tekanan untuk memilih proyek yang benar-benar menyediakan tempat bermain reguler.
Kesimpulan: Mengapa Dusan Vlahovic Masih Nganggur?
Penyebab utama Dusan Vlahovic belum mendapatkan klub baru bukan masalah attitude, melainkan kombinasi paket ekonomi mahal dan sikap selektif menentukan destinasi. Riwayat cedera serta pertanyaan mengenai kecocokan taktik kemudian memperbesar kehati-hatian klub peminat.
Jika dibuat berdasarkan tingkat pengaruh, faktor finansial dan pemilihan klub berada pada posisi teratas, disusul kebugaran serta kecocokan permainan. Bukti publik justru menunjukkan Dusan Vlahovic tetap profesional, sehingga tudingan mengenai masalah karakter terlalu spekulatif.
Pada usia 26 tahun, Dusan Vlahovic masih mempunyai waktu panjang untuk membangun kembali reputasinya sebagai striker elite Eropa. Klub berikutnya harus memberikan lingkungan tepat, sementara sang pemain perlu menemukan keseimbangan antara ambisi olahraga dan nilai kontraknya.
Perkembangan terbaru menunjukkan situasinya mulai bergerak karena Beşiktaş semakin serius dan Atletico Madrid masih mempertimbangkan peluang transfer. Jika kompromi finansial tercapai, status menganggur Dusan Vlahovic kemungkinan tidak akan bertahan terlalu lama.



