Perubahan besar dimulai ketika Liverpool menunjuk Andoni Iraola sebagai pelatih kepala untuk musim 2026/27, menggantikan Arne Slot setelah finis kelima. Penunjukan itu menghadirkan harapan baru, tetapi juga menuntut transformasi cepat pada skuad yang kehilangan beberapa pemimpin penting.
Secara kualitas, Liverpool masih mempunyai materi yang cukup untuk bersaing dalam perebutan Liga Inggris, terutama melalui kombinasi pengalaman, atletisme, dan kreativitas. Namun, peluang juara sangat bergantung pada keberhasilan Andoni Iraola menyeimbangkan sepak bola agresif dengan kontrol pertandingan.
Per 3 Agustus 2026, penilaian saya menempatkan peluang Liverpool menjadi juara sekitar 25 persen, sehingga mereka termasuk penantang serius tetapi bukan favorit tunggal. Estimasi tersebut merupakan analisis editorial berdasarkan kekuatan skuad, perubahan pelatih, cedera, aktivitas transfer, dan tuntutan kompetisi.
Andoni Iraola Membawa Fondasi Baru Liverpool
Andoni Iraola datang setelah tiga musim progresif bersama Bournemouth, dengan catatan finis peringkat ke-12, kesembilan, lalu keenam. Musim terakhirnya juga membawa klub tersebut lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya melalui rangkaian delapan belas pertandingan liga tanpa kekalahan.
Sebelum bekerja di Inggris, Andoni Iraola membawa Rayo Vallecano promosi dari divisi kedua, kemudian mempertahankan klub itu di La Liga. Rayo finis peringkat ke-12 dan ke-11 dengan pendekatan berani, menekan tinggi, menyerang vertikal, serta menolak bermain pasif.
Pengalaman tersebut relevan karena Liverpool membutuhkan pelatih yang memahami bagaimana membangun identitas tanpa selalu memiliki skuad termahal. Bedanya, Andoni Iraola sekarang dituntut mengelola pemain kelas dunia, ekspektasi gelar, dan lawan yang cenderung bertahan lebih dalam.
Kekuatan Skuad Liverpool Bersama Andoni Iraola
Modal utama Liverpool berada pada kerangka pemain yang sudah pernah menjuarai Liga Inggris musim 2024/25. Virgil van Dijk, Alisson Becker, Alexis Mac Allister, Ryan Gravenberch, Dominik Szoboszlai, Florian Wirtz, Milos Kerkez, dan Jeremie Frimpong menyediakan kualitas elite.
Lini depan juga menawarkan variasi melalui Alexander Isak, Cody Gakpo, Federico Chiesa, Rio Ngumoha, dan Victor Munoz. Hugo Ekitike sebenarnya menambah pilihan penting, tetapi cedera Achilles membuat penyerang Prancis tersebut diperkirakan absen selama beberapa bulan awal.
Masalah terbesar Liverpool adalah kepergian Mohamed Salah, Andy Robertson, dan Ibrahima Konate dalam satu musim panas. Klub kehilangan sumber gol utama, bek kiri berpengalaman, serta pasangan utama Van Dijk, sehingga Andoni Iraola harus membangun kembali tiga fungsi berbeda.
Victor Munoz menjadi rekrutan yang menarik karena memiliki kecepatan, kemampuan menggiring, dan progresi bola dari sayap. Pemain Spanyol itu mencatat tujuh gol serta lima assist dalam 34 penampilan bersama Osasuna sebelum direkrut Liverpool pada musim panas 2026.
Jeremy Jacquet direkrut untuk memperkuat pertahanan setelah Konate pergi, tetapi pemain berusia 20 tahun tersebut masih membutuhkan proses adaptasi. Andoni Iraola menyukai perangkat fisik dan teknisnya, sementara Van Dijk akan berperan besar menjaga organisasi serta komunikasi.
Formasi Andoni Iraola di Liverpool
Formasi dasar Andoni Iraola kemungkinan besar berupa 4-2-3-1, struktur yang konsisten digunakan ketika menangani Bournemouth. Dalam bentuk awal, Alisson dapat dilindungi Frimpong, Jacquet, Van Dijk, dan Kerkez, dengan Gravenberch serta Mac Allister sebagai poros.
Di belakang penyerang, Florian Wirtz sangat mungkin ditempatkan sebagai gelandang serang utama sesuai penjelasan Andoni Iraola pada pramusim. Szoboszlai dapat berangkat dari kanan, Gakpo atau Munoz mengisi kiri, sedangkan Isak menjadi ujung tombak Liverpool.
Ketika menguasai bola, struktur tersebut dapat berubah menjadi 2-3-5 melalui pergerakan tinggi dua bek sayap. Gravenberch turun melindungi bek tengah, sementara Mac Allister membantu sirkulasi dan Wirtz mencari ruang di antara lini pertahanan serta gelandang lawan.
Frimpong dan Kerkez sangat cocok dengan permainan Andoni Iraola karena keduanya agresif, cepat, dan nyaman menyerang ruang. Kerkez bahkan sudah memahami tuntutan pelatih tersebut dari masa mereka bersama di Bournemouth, sehingga adaptasinya semestinya lebih singkat.
Namun, kedua bek sayap tidak boleh naik secara bersamaan tanpa perlindungan, sebab Liverpool berisiko meninggalkan ruang besar di sisi Jacquet dan Van Dijk. Salah satu gelandang harus bergeser, sementara winger terdekat wajib membantu menutup jalur serangan balik.
Strategi Andoni Iraola: Pressing dan Serangan Vertikal
Ciri utama Andoni Iraola adalah tekanan tinggi yang dilakukan bersama, bukan sprint individual tanpa arah. Bournemouth menempati posisi teratas Liga Inggris selama tiga musimnya untuk jumlah tembakan setelah merebut penguasaan di sepertiga akhir, dengan 147 percobaan.
Setelah bola direbut, Andoni Iraola menginginkan umpan pertama segera diarahkan menuju penyerang tengah. Prinsip ini cocok untuk Isak karena ia mampu menerima bola, berputar, menyerang kanal, atau memantulkan umpan kepada Wirtz dan pelari dari lini kedua.
Szoboszlai berpotensi menjadi pemain terpenting dalam pressing Liverpool karena kapasitas lari dan keberaniannya mengejar lawan. Ia dapat memulai dari sayap kanan, lalu masuk ke tengah untuk membentuk tekanan empat pemain bersama Wirtz, Isak, dan winger kiri.
Data Bournemouth memperlihatkan kecepatan serangan rata-rata 1,95 meter per detik, tertinggi di Liga Inggris sepanjang tiga musim Andoni Iraola. Mereka juga hanya mencatat 2,98 operan per rangkaian, menegaskan orientasi vertikal setelah merebut bola dari lawan.
Pendekatan tersebut dapat menghidupkan kembali atmosfer sepak bola berat dan intens yang pernah identik dengan Liverpool pada era Jurgen Klopp. Perbedaannya, Andoni Iraola harus menghindari pertandingan terlalu liar karena kualitas lawan papan atas mampu menghukum ruang sekecil apa pun.
Tantangan Andoni Iraola Menghadapi Blok Rendah
Masalah taktis terbesar muncul ketika Liverpool menghadapi blok rendah, terutama di Anfield. Bournemouth hanya memenangi satu dari 13 pertandingan liga musim lalu ketika menguasai setidaknya 55 persen bola, menunjukkan keterbatasan saat ruang transisi menghilang.
Karena itu, Andoni Iraola tidak bisa sekadar menyalin sistem Bournemouth ke Liverpool. Ia perlu mempertahankan pressing dan serangan cepat, tetapi menambahkan pola penguasaan sabar, pergantian sisi, kombinasi setengah ruang, serta kreativitas melawan pertahanan rapat.
Wirtz dan Mac Allister akan menentukan keberhasilan adaptasi tersebut karena keduanya mampu menerima bola di ruang sempit. Liverpool membutuhkan mereka untuk mengatur tempo, menarik lawan keluar, kemudian menemukan Isak, Gakpo, atau Szoboszlai melalui umpan vertikal.
Pilihan alternatif adalah 4-3-3 dengan Gravenberch sebagai gelandang terdalam, sedangkan Mac Allister dan Wirtz bergerak sebagai nomor delapan. Struktur ini memberi Liverpool tambahan pengumpan di tengah, meskipun perlindungan transisi harus dikerjakan dengan disiplin tinggi.
Ketika Ekitike pulih, Andoni Iraola dapat memakai penyerang Prancis itu sebagai nomor sepuluh agresif di belakang Isak. Skenario tersebut menawarkan dua ancaman gol sekaligus, tetapi Wirtz mungkin harus bergeser ke kiri atau turun sebagai gelandang kreatif.
Faktor Pendukung Liverpool Menjadi Juara
Kedalaman skuad menjadi faktor pendukung karena Liverpool masih memiliki Mamardashvili, Gomez, Jones, Endo, Bajcetic, Elliott, Chiesa, Ngumoha, dan Gakpo. Namun, cedera panjang Bradley, Ekitike, serta Leoni mengurangi pilihan rotasi pada awal musim yang sangat padat.
Kedalaman bek tengah bahkan menjadi perhatian terbuka selama pramusim, ketika Andoni Iraola menyebut timnya kekurangan pemain di posisi tersebut. Jacquet dan Van Dijk menawarkan pasangan utama, tetapi cedera Gomez atau proses pemulihan Leoni dapat menciptakan masalah.
Kepergian Salah menuntut pembagian gol yang lebih merata, bukan sekadar mencari pengganti identik. Isak perlu menjadi pencetak utama, sedangkan Wirtz, Szoboszlai, Gakpo, Munoz, Chiesa, dan Ekitike harus memberikan kontribusi dua digit secara kolektif.
Faktor lain adalah beban Liga Champions, sebab Liverpool finis kelima musim lalu dan tetap lolos ke kompetisi tersebut. Sepak bola Andoni Iraola membutuhkan sprint, duel, tekanan, dan recovery run tinggi, sehingga rotasi harus direncanakan sejak awal.
Awal musim yang baik dapat menaikkan peluang juara karena jadwal pembuka Liverpool dinilai relatif bersahabat dibandingkan sebagian besar pesaing. Namun, integrasi pemain yang kembali terlambat dari Piala Dunia membuat Andoni Iraola mungkin belum memiliki tim ideal pada pekan pertama.
Dari perspektif ruang ganti, Van Dijk, Alisson, Mac Allister, dan Szoboszlai harus membantu menerjemahkan tuntutan baru kepada pemain lain. Liverpool kehilangan Salah dan Robertson sebagai pemimpin senior, sehingga distribusi tanggung jawab akan menentukan kestabilan ketika hasil buruk datang.
Berapa Persen Peluang Liverpool Bersama Andoni Iraola?
Peluang 25 persen dapat meningkat mendekati 30 persen apabila Liverpool merekrut satu bek tengah berpengalaman dan winger kanan produktif sebelum bursa ditutup. Tambahan tersebut akan mengurangi risiko cedera sekaligus memberi Andoni Iraola lebih banyak pilihan mengubah pertandingan.
Sebaliknya, peluang bisa turun mendekati 15 persen apabila pertahanan rapuh, Ekitike lama pulih, dan produksi gol pasca-Salah tidak terbagi dengan baik. Sistem agresif tanpa rest defence kuat akan membuat Liverpool mudah diserang melalui umpan panjang serta duel terbuka.
Target realistis pada musim pertama adalah bertahan dalam persaingan sampai Maret, bukan sekadar memulai dengan rangkaian kemenangan. Andoni Iraola harus membangun sistem yang tetap efektif ketika intensitas menurun, lawan bertahan dalam, dan jadwal Eropa menumpuk.



