Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - 10 Pemain Favorit Calon Pemenang Ballon d’Or 2026

10 Pemain Favorit Calon Pemenang Ballon d’Or 2026

  • Juli 30, 2026
Daftar calon pemenang Ballon d'Or 2026.

Persaingan Ballon d’Or 2026 memasuki tahap akhir setelah musim klub dan Piala Dunia selesai dimainkan. Sepuluh nama kini menonjol karena menggabungkan statistik individu, keberhasilan tim, pengaruh pertandingan besar, serta dukungan pasar taruhan.

Penghargaan edisi ke-70 dijadwalkan berlangsung di London pada 26 Oktober 2026, pertama kali di luar Paris. Pemungutan suara tetap mempertimbangkan performa individu, prestasi kolektif, serta kelas dan sikap fair play sepanjang musim.

Daftar ini menggunakan odds bursa taruhan internasional yang tersedia pada 30 Juli 2026 sebagai dasar mengukur peluang Ballon d’Or. Angka pecahan dikonversi menjadi probabilitas, kemudian dinormalisasi terhadap seluruh kandidat agar perbandingannya lebih mudah dipahami.

Persentase tersebut bukan hasil voting resmi dan dapat berubah ketika nominasi diumumkan atau pasar menerima taruhan baru. Namun, pergerakan odds memberi gambaran mengenai pemain yang saat ini dianggap mempunyai kombinasi prestasi paling meyakinkan.

Daftar Peluang Pemenang Ballon d’Or 2026

PeringkatPemainKlubOddsPeluang
1Harry KaneBayern Munchen2,3020,9 persen
2Lamine YamalBarcelona3,2514,8 persen
3Lionel MessiInter Miami3,7512,8 persen
4Kylian MbappeReal Madrid4,5010,7 persen
5RodriManchester City5,508,7 persen
6Ousmane DembeleParis Saint-Germain13,003,7 persen
7Jude BellinghamReal Madrid15,003,2 persen
8Pau CubarsiBarcelona17,002,8 persen
9Fabian RuizParis Saint-Germain19,002,5 persen
10Michael OliseBayern Munchen21,002,3 persen

Persentase pada tabel merupakan hasil normalisasi probabilitas dari seluruh nama yang tersedia dalam pasar bursa taruhan internasional. Karena itu, nilainya berbeda dari probabilitas mentah yang diperoleh dengan sekadar membagi angka satu menggunakan odds desimal.

1. Harry Kane, Favorit Utama Ballon d’Or

Harry Kane memimpin peluang Ballon d’Or dengan estimasi 20,9 persen setelah menjalani musim paling produktif dalam kariernya. Penyerang Bayern Munchen tersebut membukukan 73 gol dan delapan assist bersama klub serta tim nasional Inggris.

Kane juga membantu Bayern meraih Bundesliga, DFB-Pokal, dan DFL-Supercup, sehingga narasi lama tentang minimnya trofi tidak lagi relevan. Enam gol bersama Inggris pada Piala Dunia semakin memperkuat argumennya sebagai pemain paling konsisten.

Kekurangan terbesar Kane muncul ketika Inggris gagal melangkah melampaui semifinal Piala Dunia. Ia tidak memberikan momen penentu pada laga terbesar, sehingga pemilih Ballon d’Or mungkin lebih tertarik kepada bintang dari negara juara.

2. Lamine Yamal — Peluang 14,8 Persen

Lamine Yamal menempati posisi kedua dengan peluang 14,8 persen setelah menggabungkan gelar Piala Dunia dan La Liga. Pemain Barcelona itu menghasilkan 26 gol serta 21 assist sepanjang musim kompetisi 2025-2026.

Yamal menawarkan daya tarik sejarah karena berpeluang menjadi pemenang Ballon d’Or termuda sepanjang masa. Kemampuan menggiring bola, menciptakan peluang, dan menghadirkan ketidakpastian membuatnya tetap menjadi wajah utama serangan Barcelona serta Spanyol.

Meski Spanyol menjadi juara dunia, kontribusi Yamal selama turnamen tidak selalu dominan akibat masalah kebugaran. Kondisi tersebut membuka perdebatan apakah trofi besar dan reputasi global cukup untuk mengalahkan produktivitas luar biasa milik Kane.

3. Lionel Messi — Peluang 12,8 Persen

Lionel Messi memiliki peluang 12,8 persen untuk meraih Ballon d’Or kesembilan dalam kariernya. Kapten Argentina itu mencatatkan 44 gol dan 30 assist, sekaligus membawa Inter Miami memenangkan MLS Cup pertama mereka.

Messi kemudian mencetak delapan gol dan menyumbangkan empat assist ketika Argentina mencapai final Piala Dunia. Performa tersebut memperlihatkan bahwa pengaruhnya tetap luar biasa meskipun ia sudah berusia 39 tahun dan bermain di luar Eropa.

Peluang Messi terhambat oleh kekalahan Argentina dari Spanyol pada final dan tingkat kompetisi MLS yang sering diperdebatkan. Namun, kekuatan narasi, statistik, dan reputasinya membuat pemilih Ballon d’Or tetap sulit mengabaikan namanya.

4. Kylian Mbappe — Peluang 10,7 Persen

Kylian Mbappe berada di posisi keempat dengan peluang 10,7 persen setelah mencetak 58 gol dan 14 assist. Penyerang Real Madrid itu juga memenangkan Sepatu Emas Piala Dunia melalui torehan sepuluh gol bersama Prancis.

Mbappe memperlihatkan kualitas individual yang mungkin paling eksplosif di antara seluruh kandidat Ballon d’Or. Kecepatan, ketajaman, dan konsistensinya membuat ia selalu mampu mengubah pertandingan, bahkan ketika struktur permainan tim tidak sepenuhnya mendukung.

Masalah utama Mbappe adalah kegagalan Real Madrid meraih trofi besar dan Prancis hanya menempati posisi keempat. Ballon d’Or biasanya membutuhkan perpaduan prestasi individu serta kolektif, bukan sekadar catatan gol yang sangat tinggi.

5. Rodri — Peluang 8,7 Persen

Rodri menempati urutan kelima dengan peluang 8,7 persen setelah menjadi pemain terbaik Piala Dunia 2026. Gelandang Manchester City itu mengendalikan permainan Spanyol dan menyelesaikan 790 operan sepanjang perjalanan menuju gelar juara.

Performa Rodri bersama klub tidak sekuat musim ketika ia memenangkan Ballon d’Or 2024 karena masalah kebugaran. Namun, gelar dunia, Golden Ball, FA Cup, serta Carabao Cup menjaga namanya dalam kelompok kandidat utama.

Pemilih dapat melihat Rodri sebagai simbol keberhasilan Spanyol karena perannya menyatukan lini pertahanan dan serangan. Jika bobot Piala Dunia menjadi faktor terpenting, peluangnya dapat melampaui persentase yang tercermin dalam pasar taruhan.

6. Ousmane Dembele — Peluang 3,7 Persen

Ousmane Dembele berada di posisi keenam dengan peluang 3,7 persen untuk mempertahankan Ballon d’Or. Ia membantu Paris Saint-Germain memenangkan Liga Champions dan Ligue 1, sambil menghasilkan 25 gol serta 14 assist sepanjang musim.

Dembele juga mencetak enam gol bersama Prancis di Piala Dunia, termasuk hattrick menghadapi Norwegia. Namun, cedera pada awal musim dan kegagalan Prancis mencapai final membuat peluang mempertahankan penghargaan terlihat jauh lebih kecil.

Tantangan lainnya adalah suara pemain PSG dapat terbagi kepada Fabian Ruiz, Vitinha, dan bintang lain. Situasi tersebut sering merugikan kandidat Ballon d’Or ketika sebuah tim sukses melalui kontribusi kolektif tanpa satu figur dominan.

7. Jude Bellingham — Peluang 3,2 Persen

Jude Bellingham memiliki peluang 3,2 persen setelah musim klubnya terganggu cedera dan inkonsistensi. Meski demikian, tujuh gol di Piala Dunia membantu Inggris mencapai semifinal serta mengembalikan namanya ke dalam pembicaraan penghargaan individual.

Bellingham tetap menawarkan karakter yang disukai pemilih, yakni kemampuan menentukan pertandingan melalui pergerakan dari lini kedua. Ia mencatatkan 15 gol dan enam assist, tetapi ketiadaan trofi utama bersama Real Madrid menjadi kelemahan besar.

Peluangnya untuk memenangkan Ballon d’Or tergolong kecil, tetapi penampilan di Piala Dunia dapat membawanya masuk daftar sepuluh besar. Bellingham membutuhkan dukungan kuat dari pemilih yang lebih mementingkan dampak pertandingan dibandingkan jumlah trofi.

8. Pau Cubarsi — Peluang 2,8 Persen

Pau Cubarsi menjadi kejutan terbesar dengan peluang 2,8 persen setelah membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia. Bek Barcelona tersebut juga memenangkan La Liga dan Supercopa de Espana, serta mencatatkan 26 pertandingan tanpa kebobolan.

Cubarsi dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Piala Dunia setelah pertahanan Spanyol hanya menerima sepuluh tembakan tepat sasaran dan satu gol. Ketangguhan membaca permainan membuatnya menjadi salah satu bek paling berpengaruh sepanjang turnamen.

Hambatan Cubarsi adalah kecenderungan pemilih Ballon d’Or mengutamakan pemain menyerang dengan statistik mencolok. Meski demikian, kombinasi gelar, performa defensif, dan usia 19 tahun dapat menghasilkan kejutan apabila suara kandidat Spanyol terpecah.

9. Fabian Ruiz — Peluang 2,5 Persen

Fabian Ruiz mempunyai peluang 2,5 persen berkat koleksi trofi yang paling lengkap di antara kandidat. Gelandang PSG tersebut memenangkan Piala Dunia, Liga Champions, Ligue 1, Piala Super Prancis, Piala Super Eropa, dan Piala Interkontinental.

Statistik tiga gol dan enam assist memang tidak mencolok, tetapi pengaruh Fabian terlihat pada kontrol permainan. Ia juga masuk tim utama Spanyol selama fase gugur dan belum pernah kalah dalam 50 penampilan internasional.

Peluang Ballon d’Or milik Fabian bergantung pada penghargaan pemilih terhadap pemain yang menjaga keseimbangan tim. Masalahnya, ia harus bersaing dengan Rodri di Spanyol serta sejumlah rekan PSG yang memiliki pengaruh individual lebih besar.

10. Michael Olise — Peluang 2,3 Persen

Michael Olise menutup daftar dengan peluang 2,3 persen setelah menghasilkan 26 gol dan 41 assist. Pemain Bayern Munchen tersebut memenangkan tiga trofi domestik serta menjadi pemberi assist terbanyak Piala Dunia dengan tujuh umpan gol.

Olise mempunyai angka kreativitas terbaik di antara sebagian besar kandidat dan menjadi bagian penting serangan Prancis. Namun, kegagalan Bayern di Liga Champions serta posisi keempat Prancis mengurangi kekuatan narasinya dalam persaingan Ballon d’Or.

Siapa Paling Berpeluang Memenangkan Ballon d’Or?

Secara keseluruhan, Kane tetap menjadi favorit berdasarkan pasar, sedangkan Yamal membawa modal gelar paling kuat. Messi, Mbappe, dan Rodri masih mempunyai jalur kemenangan apabila pemilih memberikan bobot besar kepada Piala Dunia serta momen menentukan.

Sepuluh pemain tersebut menguasai sekitar 82 persen peluang setelah seluruh odds pasar dinormalisasi, sementara kandidat lain berbagi sisanya. Persaingan Ballon d’Or tetap terbuka karena belum ada pemain yang unggul mutlak dalam semua kriteria penilaian.

Prediksi akhir menempatkan Kane, Yamal, dan Rodri sebagai tiga nama yang paling berpeluang menempati podium. Kane unggul melalui statistik, Yamal mengandalkan gelar dan popularitas, sedangkan Rodri membawa status pemain terbaik dari tim juara dunia.

Preview Indonesia vs Vietnam pada pertandingan fase grup PIala AFF 2026.

Preview Indonesia vs Vietnam: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

03 Agu 2026
Thailand mengalahkan Indonesia pada final Piala AFF 2016.

Final Piala AFF 2016: Epic Comeback Thailand Hancurkan Mimpi Indonesia Jadi Juara

31 Jul 2026
Profil Noh Alam Shah, top skor Singapura di Piala AFF, MVP 2007

Noh Alam Shah: Legenda Haus Gol Singapura yang Pernah Juara Liga Indonesia

31 Jul 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.