Turnamen Piala AFF 2026 langsung melahirkan dua pencetak hattrick baru melalui Nguyễn Đình Bắc dari Vietnam dan Mitchell Baker bersama Indonesia. Keduanya mencetak tiga gol pada pertandingan pertama fase grup, sekaligus meneruskan tradisi panjang para penyerang tajam Asia Tenggara.
Jauh sebelum dua nama tersebut mencuri perhatian, Piala AFF telah menyimpan banyak pertunjukan individual yang sulit dilupakan. Sejak edisi perdana 1996 sampai turnamen 2024, tercatat 20 hattrick yang dihasilkan oleh 16 pemain berbeda.
Jumlah kejadian lebih banyak daripada jumlah pemain karena empat sosok berhasil mengulang pencapaian tersebut. Mereka adalah Bambang Pamungkas, Lê Công Vinh, Noh Alam Shah, dan Teerasil Dangda, dengan masing-masing membukukan dua hattrick.
Dalam artikel ini, hattrick dihitung ketika seorang pemain menghasilkan sekurangnya tiga gol pada satu pertandingan putaran final turnamen. Torehan empat, enam, atau tujuh gol tetap masuk karena jumlah tersebut sudah melewati batas minimum hattrick.
Catatan ini tidak memasukkan pertandingan kualifikasi, kelompok umur, futsal, maupun kejuaraan sepak bola putri. Data pertandingan disusun dari arsip hasil turnamen, laporan federasi, dan daftar hattrick ASEAN Championship sebelum edisi 2026.
Daftar 20 Hattrick Piala AFF Sebelum 2026
| No. | Edisi | Pemain | Negara | Lawan | Skor | Gol | Babak |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 1996 | K. Sanbagamaran | Malaysia | Filipina | 7-0 | 3 | Fase grup |
| 2 | 2000 | Worrawoot Srimaka | Thailand | Indonesia | 4-1 | 3 | Final |
| 3 | 2002 | Bambang Pamungkas | Indonesia | Kamboja | 4-2 | 3 | Fase grup |
| 4 | 2002 | Kiatisuk Senamuang | Thailand | Laos | 5-1 | 3 | Fase grup |
| 5 | 2002 | Bambang Pamungkas | Indonesia | Filipina | 13-1 | 4 | Fase grup |
| 6 | 2002 | Zaenal Arief | Indonesia | Filipina | 13-1 | 4 | Fase grup |
| 7 | 2004 | Lê Công Vinh | Vietnam | Kamboja | 9-1 | 3 | Fase grup |
| 8 | 2004 | Sarayuth Chaikamdee | Thailand | Timor-Leste | 8-0 | 3 | Fase grup |
| 9 | 2004 | Ilham Jaya Kesuma | Indonesia | Kamboja | 8-0 | 3 | Fase grup |
| 10 | 2004 | Noh Alam Shah | Singapura | Myanmar | 4-2 | 3 | Semifinal |
| 11 | 2007 | Noh Alam Shah | Singapura | Laos | 11-0 | 7 | Fase grup |
| 12 | 2007 | Lê Công Vinh | Vietnam | Laos | 9-0 | 3 | Fase grup |
| 13 | 2007 | Phan Thanh Bình | Vietnam | Laos | 9-0 | 4 | Fase grup |
| 14 | 2008 | Budi Sudarsono | Indonesia | Kamboja | 4-0 | 3 | Fase grup |
| 15 | 2012 | Teerasil Dangda | Thailand | Myanmar | 4-0 | 3 | Fase grup |
| 16 | 2016 | Teerasil Dangda | Thailand | Indonesia | 4-2 | 3 | Fase grup |
| 17 | 2018 | Adisak Kraisorn | Thailand | Timor-Leste | 7-0 | 6 | Fase grup |
| 18 | 2018 | Safuwan Baharudin | Singapura | Timor-Leste | 6-1 | 3 | Fase grup |
| 19 | 2020 | Safawi Rasid | Malaysia | Laos | 4-0 | 3 | Fase grup |
| 20 | 2020 | Bienvenido Marañón | Filipina | Myanmar | 3-2 | 3 | Fase grup |
Sumber tabel berasal dari arsip pertandingan RSSSF, catatan resmi ASEAN United FC, serta daftar hattrick ASEAN Championship. Edisi 2020 tetap menggunakan nama tersebut, meskipun seluruh pertandingannya baru dimainkan pada Desember 2021.
Pencetak Hattrick Pertama Piala AFF
Sanbagamaran membuka sejarah hattrick Piala AFF ketika Malaysia mengalahkan Filipina 7-0 pada fase grup 1996. Ia mencetak tiga gol dalam pertandingan tersebut, sehingga menjadi pemain pertama yang mencapai hattrick pada kejuaraan Asia Tenggara.
Pertandingan itu berlangsung pada 4 September 1996 dan menjadi kemenangan terbesar Malaysia sepanjang edisi perdana. Sanbagamaran mencetak tiga gol pada babak pertama dan kedua untuk melengkapi dominasi Harimau Malaya atas Filipina.
Worrawoot Srimaka, Hattrick di Final Piala AFF
Empat tahun berselang, Worrawoot Srimaka membuat hattrick paling menentukan dalam sejarah turnamen. Penyerang Thailand itu mencetak tiga gol pada babak pertama ketika timnya menaklukkan Indonesia 4-1 dalam final Piala AFF 2000.
Worrawoot sampai sekarang menjadi satu-satunya pemain yang mencetak hattrick pada pertandingan final Piala AFF. Tiga gol cepatnya langsung mengubah arah laga serta mengantarkan Thailand meraih gelar juara untuk kedua kalinya.
Thailand sudah unggul tiga gol sebelum pertandingan berjalan 33 menit melalui aksi Worrawoot. Indonesia sempat membalas lewat Uston Nawawi, tetapi gol Thanongsak Pajakkata memastikan kemenangan 4-1 untuk pasukan Gajah Perang.
Bambang Pamungkas Cetak Dua Hattrick
Piala AFF 2002 menjadi edisi paling subur untuk Bambang Pamungkas karena ia dua kali membuat hattrick. Tiga gol pertamanya tercipta saat Indonesia bangkit dan mengalahkan Kamboja 4-2 dalam pertandingan fase grup.
Indonesia sempat berada dalam tekanan setelah Kamboja dua kali mencetak gol pada babak pertama. Bambang kemudian membalikkan keadaan melalui tiga gol pada babak kedua, setelah Zaenal Arief lebih dahulu membuka rekening gol Garuda.
Bambang kemudian mencetak empat gol ketika Indonesia menghancurkan Filipina 13-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Hasil tersebut masih tercatat sebagai kemenangan terbesar sepanjang sejarah putaran final Piala AFF hingga sekarang.
Dua hattrick dalam satu edisi membuat Bambang memegang catatan yang belum disamai pemain lain sebelum 2026. Ia juga mengakhiri turnamen tersebut sebagai pencetak gol terbanyak bersama Indra Putra Mahayuddin dengan delapan gol.
Zaenal Arief Ikut Cetak Empat Gol
Pertandingan Indonesia melawan Filipina juga menghadirkan empat gol dari Zaenal Arief. Bambang dan Zaenal menjadi pasangan pertama yang sama-sama menghasilkan sedikitnya hattrick untuk satu tim dalam pertandingan Piala AFF yang sama.
Zaenal mencetak tiga golnya pada babak pertama sebelum melengkapi torehan menjadi empat pada paruh kedua. Indonesia menghasilkan 13 gol melalui tujuh sumber berbeda, termasuk dua pemain yang masing-masing menyumbangkan empat gol.
Kiatisuk Senamuang Bawa Thailand Juara
Pada edisi 2002, Kiatisuk Senamuang turut masuk daftar setelah memborong tiga gol dalam kemenangan Thailand 5-1 atas Laos. Kontribusi penyerang berjuluk Zico tersebut membantu Thailand mempertahankan gelar juara Piala AFF.
Kiatisuk membuka keunggulan Thailand pada menit kedelapan, kemudian mencetak dua gol menjelang pertandingan berakhir. Thailand akhirnya lolos dari fase grup dan kembali mengalahkan Indonesia melalui adu penalti pada pertandingan final.
Lê Công Vinh Dua Kali Ukir Hattrick
Lê Công Vinh mencetak hattrick pertamanya saat Vietnam mengalahkan Kamboja 9-1 pada turnamen 2004. Tiga gol itu lahir pada babak kedua, termasuk dua gol menjelang pertandingan berakhir yang memperbesar kemenangan Vietnam.
Penyerang legendaris Vietnam tersebut mengulang pencapaiannya pada edisi 2007 ketika menghadapi Laos. Công Vinh mencetak tiga gol dalam kemenangan 9-0 dan menjadi salah satu pemain dengan hattrick terbanyak sepanjang sejarah Piala AFF.
Dua hattrick itu memperkuat status Công Vinh sebagai salah satu penyerang terbaik Vietnam. Ia mengakhiri perjalanan kariernya di turnamen dengan 15 gol, sejajar bersama Worrawoot dalam jajaran pencetak gol tersubur.
Sarayuth Chaikamdee Catat Hattrick Tercepat
Sarayuth Chaikamdee menciptakan catatan berbeda ketika Thailand menundukkan Timor-Leste 8-0 pada edisi 2004. Ia menghasilkan tiga gol hanya dalam rentang sekitar empat menit, dari menit ke-63 sampai ke-67 pertandingan berlangsung.
Rentang singkat tersebut membuat Sarayuth dikenal sebagai pemilik hattrick tercepat dalam sejarah turnamen. Rekornya menunjukkan bagaimana sebuah pertandingan Piala AFF dapat berubah hanya melalui tiga serangan efektif dalam waktu sangat pendek.
Thailand sebenarnya sudah mencetak empat gol sebelum Sarayuth memulai aksinya. Sang penyerang kemudian membobol gawang Timor-Leste tiga kali secara beruntun, sebelum Yuttajak Kornjan menutup kemenangan menjadi delapan gol tanpa balas.
Ilham Jaya Kesuma Jadi Top Skor
Ilham Jaya Kesuma ikut mencatatkan namanya pada edisi 2004 setelah Indonesia menang 8-0 atas Kamboja. Ia mencetak tiga gol dan kemudian menutup Piala AFF sebagai pencetak gol terbanyak dengan tujuh gol.
Ilham membuka keunggulan Indonesia pada awal pertandingan, kemudian menambah dua gol setelah turun minum. Ketajamannya menjadi bagian penting perjalanan Garuda menuju final, meskipun akhirnya kalah secara agregat dari Singapura.
Noh Alam Shah Pecahkan Berbagai Rekor
Noh Alam Shah membuat hattrick pertamanya pada semifinal Piala AFF 2004 melawan Myanmar. Ia membukukan tiga gol dalam kemenangan 4-2 setelah perpanjangan waktu, membawa Singapura melaju dengan keunggulan agregat yang meyakinkan.
Tiga tahun kemudian, Noh Alam Shah menghasilkan penampilan paling produktif dalam sejarah Piala AFF. Ia memborong tujuh gol ketika Singapura menghancurkan Laos 11-0 pada pertandingan fase grup edisi 2007 tersebut.
Rekor tujuh gol dalam satu pertandingan belum mampu disamai pemain lain sebelum edisi 2026. Torehan tersebut turut membantu Noh menyelesaikan Piala AFF 2007 sebagai pencetak gol terbanyak dengan sepuluh gol.
Noh juga terpilih sebagai pemain terbaik setelah membantu Singapura mempertahankan gelar juara. Sepuluh golnya dalam satu edisi tetap menjadi rekor tertinggi, sedangkan total 17 gol menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa.
Phan Thanh Bình Cetak Empat Gol
Pertandingan Vietnam melawan Laos pada edisi 2007 menghasilkan dua pencetak hattrick sekaligus. Selain tiga gol Công Vinh, Phan Thanh Bình menyumbangkan empat gol dalam kemenangan telak Vietnam dengan skor 9-0.
Thanh Bình menjadi pemain berikutnya yang mencetak empat gol pada satu pertandingan Piala AFF setelah Bambang dan Zaenal melakukannya pada 2002. Ia menyelesaikan pesta gol tersebut melalui ketajaman sepanjang babak pertama dan kedua.
Vietnam sudah memimpin lima gol ketika pertandingan memasuki satu jam permainan. Thanh Bình kemudian menambahkan tiga gol pada fase akhir laga, melengkapi koleksi empat gol dan memastikan Laos menelan kekalahan besar.
Budi Sudarsono Cetak Hattrick pada 2008
Budi Sudarsono menjadi satu-satunya pencetak hattrick pada turnamen 2008. Penyerang Indonesia berjuluk Si Ular Piton itu memborong tiga gol ketika Garuda mengalahkan Kamboja 4-0 dalam pertandingan pembuka babak fase grup.
Budi mencetak gol cepat pada awal pertandingan dan kembali membobol gawang Kamboja dua kali setelah jeda. Ia mengakhiri turnamen dengan empat gol serta berbagi posisi pencetak gol terbanyak bersama Agu Casmir dan Teerasil.
Teerasil Dangda Cetak Dua Hattrick
Setelah edisi 2008, turnamen 2010 berlalu tanpa hattrick sebelum Teerasil Dangda memecahkan kebuntuan pada Piala AFF 2012. Ia mencetak tiga gol saat Thailand menundukkan Myanmar dengan skor telak 4-0 dalam fase grup.
Teerasil kembali mengulangi pencapaian tersebut pada laga pembuka Piala AFF 2016 melawan Indonesia. Kapten Thailand itu membukukan tiga gol dalam kemenangan 4-2 dan akhirnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang turnamen.
Penyerang Thailand itu kemudian membawa negaranya menjuarai edisi 2016 setelah kembali menghadapi Indonesia di final. Dua hattrick tersebut melengkapi perjalanan Teerasil sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen dengan 25 gol.
Adisak Kraisorn Cetak Enam Gol
Adisak Kraisorn tampil luar biasa ketika Thailand membuka Piala AFF 2018 dengan kemenangan 7-0 atas Timor-Leste. Enam dari tujuh gol Thailand dicetak Adisak, sehingga penampilannya dikenal luas sebagai double hattrick.
Enam gol Adisak merupakan catatan terbanyak kedua dari seorang pemain dalam satu pertandingan turnamen. Ia hanya berada di belakang tujuh gol Noh Alam Shah, tetapi berhasil menutup Piala AFF 2018 sebagai top skor.
Adisak mencetak lima gol pada babak pertama dan melengkapi gol keenam melalui tendangan penalti setelah turun minum. Ketajamannya membuat Thailand langsung memimpin persaingan grup, walaupun akhirnya tersingkir pada babak semifinal.
Safuwan Baharudin, Bek yang Cetak Hattrick
Pada edisi yang sama, Safuwan Baharudin membuktikan pemain bertahan juga mampu menghasilkan hattrick. Ia mencetak tiga gol ketika Singapura mengalahkan Timor-Leste 6-1, termasuk gol ketiga pada masa tambahan babak kedua.
Safuwan mencetak dua gol dalam 19 menit pertama sebelum menunggu hingga penghujung pertandingan untuk menyempurnakan hattrick. Penampilannya tergolong unik karena daftar pencetak tiga gol lebih sering diisi penyerang murni.
Safawi Rasid Berpesta Melawan Laos
Piala AFF 2020 yang dimainkan pada Desember 2021 menghadirkan hattrick Safawi Rasid. Pemain Malaysia tersebut mencetak tiga gol ketika timnya mengalahkan Laos dengan skor 4-0 pada pertandingan pembuka fase grup.
Safawi mencetak dua gol pada babak pertama dan menambahkan gol ketiga menjelang sepuluh menit terakhir. Satu gol Malaysia lainnya dibuat Shahrul Saad, memastikan Harimau Malaya mengamankan kemenangan kedua secara beruntun.
Bienvenido Marañón Jadi Nama Terakhir
Bienvenido Marañón menjadi pencetak hattrick terakhir sebelum edisi 2026 setelah Filipina menang 3-2 atas Myanmar. Ia memborong seluruh gol Filipina pada babak pertama, membuat keunggulan mereka cukup bertahan sampai pertandingan selesai.
Marañón hanya membutuhkan 29 menit untuk menyelesaikan tiga golnya, dimulai pada menit ke-16 dan ditutup menjelang turun minum. Myanmar membalas dua gol setelah jeda, tetapi Filipina tetap mengamankan kemenangan.
Negara dengan Hattrick Piala AFF Terbanyak
Dari 20 kejadian sebelum 2026, Thailand menghasilkan enam hattrick dan Indonesia mencatat lima. Vietnam serta Singapura masing-masing memiliki tiga, Malaysia mengoleksi dua, sedangkan Filipina menghasilkan satu hattrick terakhir melalui Marañón.
Thailand mendapatkan enam hattrick melalui Worrawoot, Kiatisuk, Sarayuth, Teerasil, dan Adisak. Teerasil menjadi satu-satunya pemain Thailand yang mengulang pencapaian itu, sedangkan empat pemain lainnya masing-masing mencatat satu hattrick.
Lima hattrick Indonesia berasal dari Bambang sebanyak dua kali, Zaenal, Ilham, dan Budi. Jumlah tersebut bertambah pada 2026 setelah Mitchell Baker mencetak tiga gol saat menjalani debut internasional melawan Kamboja.
Pemain dengan Hattrick Piala AFF Terbanyak
Empat pemain membukukan dua hattrick, tetapi hanya Bambang Pamungkas yang melakukannya dalam satu edisi. Công Vinh dan Noh Alam Shah mencatatkannya pada 2004 serta 2007, sedangkan Teerasil melakukannya pada 2012 dan 2016.
Bambang membutuhkan dua pertandingan pada edisi 2002, sementara tiga pemain lainnya mencatatkan hattrick dalam turnamen berbeda. Tidak ada pemain yang mampu membukukan tiga hattrick sebelum Nguyễn Đình Bắc dan Mitchell Baker muncul pada 2026.
Rekor Unik Hattrick Piala AFF
Daftar ini memperlihatkan hattrick Piala AFF tidak hanya lahir ketika menghadapi tim lemah atau dalam kemenangan besar. Worrawoot melakukannya di final, sedangkan Noh Alam Shah mencetak tiga gol dalam semifinal yang berlangsung ketat.
Noh memegang rekor gol terbanyak dalam satu laga melalui tujuh gol melawan Laos, sementara Sarayuth memiliki hattrick tercepat. Adisak berada di posisi berikutnya setelah memborong enam gol menghadapi Timor-Leste pada 2018.
Pertandingan Indonesia melawan Filipina pada 2002 dan Vietnam menghadapi Laos pada 2007 sama-sama melahirkan dua pencetak hattrick. Situasi tersebut memperlihatkan betapa besarnya dominasi kedua tim dalam pertandingan fase grup masing-masing.
Masuknya Nguyễn Đình Bắc dan Mitchell Baker pada 2026 membuat sejarah pencetak hattrick kembali bergerak. Namun, 20 catatan sebelum mereka tetap menjadi fondasi penting untuk memahami para penyerang paling menentukan dalam perjalanan Piala AFF.



