Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Baru Kebobolan 1 Gol, Berikut Catatan Data Fantastis Spanyol di Piala Dunia 2026

Baru Kebobolan 1 Gol, Berikut Catatan Data Fantastis Spanyol di Piala Dunia 2026

  • Juli 15, 2026
Data fantastis Spanyol di Piala Dunia 2026.

Spanyol menembus final Piala Dunia 2026 dengan catatan pertahanan yang nyaris sempurna, yakni hanya satu gol kemasukan dalam tujuh pertandingan. Enam laga lainnya berakhir clean sheet bersama Unai Simón sebagai penjaga gawang utama.

Satu-satunya gol lawan lahir ketika Belgia kalah 1-2 pada perempat final Piala Dunia 2026, sedangkan Tanjung Verde, Arab Saudi, Uruguay, Austria, Portugal, dan Prancis gagal mencetak gol. Rangkaian itu menegaskan kestabilan sistem permainan La Roja.

Keberhasilan di Piala Dunia 2026 tidak hanya dibangun melalui penyelamatan kiper atau kualitas dua bek tengah. La Roja mempertahankan kontrol lewat penguasaan bola, tekanan setelah kehilangan bola, disiplin posisi, serta kemampuan mematikan serangan sebelum memasuki area berbahaya.

Berdasarkan penghitungan tujuh boxscore pertandingan, Spanyol mencetak 13 gol dan hanya kebobolan sekali sampai semifinal Piala Dunia 2026. Selisih gol plus 12 memperlihatkan keseimbangan antara produktivitas serangan dan ketahanan pertahanan.

Data Utama Spanyol di Piala Dunia 2026

Statistik berikut merupakan hasil penjumlahan data pertandingan Spanyol melawan Tanjung Verde, Arab Saudi, Uruguay, Austria, Portugal, Belgia, dan Prancis. Rata-rata penguasaan serta akurasi umpan dihitung secara sederhana dari tujuh pertandingan tersebut.

StatistikTotalRata-rata per laga
Pertandingan7—
Kemenangan6—
Hasil imbang1—
Gol memasukkan131,86
Gol kemasukan10,14
Clean sheet685,7% pertandingan
Tembakan11416,3
Tembakan tepat sasaran446,3
Expected goals12,211,74
Peluang diciptakan7610,9
Penguasaan bola—63,9%
Akurasi umpan—91,3%
Tendangan sudut456,4
Umpan silang17124,4
Umpan silang berhasil375,3
Pelanggaran8011,4
Kartu kuning60,86
Kartu merah00
Tekel628,9
Intersep578,1
Blok182,6
Sapuan13018,6
Penyelamatan kiper101,4
Tembakan lawan497,0
Tembakan tepat sasaran lawan131,9
Expected goals lawan4,010,57
Corner lawan142,0

Spanyol Hanya Kebobolan Satu Gol

Rata-rata kebobolan La Roja hanya 0,14 gol per pertandingan, sedangkan persentase clean sheet di Piala Dunia 2026 mencapai 85,7 persen. Angka tersebut luar biasa karena lawan fase gugur mereka mencakup Portugal, Belgia, dan Prancis yang memiliki penyerang elite.

Spanyol juga hanya menghadapi 49 tembakan sepanjang Piala Dunia 2026, atau rata-rata tujuh percobaan setiap pertandingan. Dari jumlah tersebut, hanya 13 tembakan yang mengarah ke gawang, sehingga Unai Simón relatif jarang bekerja dalam tekanan terus-menerus.

Data itu menunjukkan pertahanan Spanyol berhasil menurunkan volume sekaligus kualitas peluang lawan sepanjang Piala Dunia 2026. Total expected goals lawan hanya sekitar 4,01, atau rata-rata 0,57 xG per pertandingan hingga semifinal.

Artinya, Spanyol bukan sekadar beruntung karena lawan gagal menyelesaikan peluang terbuka. Struktur mereka membuat lawan sulit masuk ke zona tembak terbaik di Piala Dunia 2026, sementara Cubarsí, Laporte, Cucurella, Porro, dan Rodri menjaga jarak antarlini tetap rapat.

Pertahanan Spanyol Dibangun dari Kerangka Tetap

Pau Cubarsí dan Aymeric Laporte menjadi pasangan bek tengah yang paling konsisten dalam perjalanan Piala Dunia 2026. Keduanya bermain penuh selama 630 menit, sehingga koordinasi marking, garis pertahanan, dan pembagian duel berkembang semakin kuat sepanjang turnamen.

Marc Cucurella juga memainkan seluruh menit Piala Dunia 2026 sampai semifinal, sedangkan Pedro Porro menjadi pilihan utama di sisi kanan pada sebagian besar pertandingan. Konsistensi empat pemain belakang membantu tim menjaga bentuk ketika menyerang maupun menghadapi transisi cepat.

Di depan lini pertahanan, Rodri bertindak sebagai pengatur tempo sekaligus penyaring serangan pertama lawan. Perannya sangat penting karena La Roja sering bermain dengan garis tinggi dan membutuhkan gelandang yang mampu membaca umpan vertikal serta menutup ruang kedua.

Spanyol mencatat 62 tekel sepanjang tujuh pertandingan, atau rata-rata 8,9 tekel per laga menurut akumulasi boxscore. Angka itu tidak terlalu tinggi karena La Roja lebih sering memutus serangan melalui posisi dan intersep dibandingkan duel terlambat.

Jumlah intersep Spanyol mencapai 57, setara rata-rata 8,1 setiap pertandingan Piala Dunia 2026. Catatan tersebut memperlihatkan kemampuan membaca jalur umpan, menjaga kedekatan antarpemain, dan menutup akses menuju penyerang lawan sebelum bola tiba.

Selain tekel dan intersep, Spanyol melakukan 18 blok serta 130 sapuan selama Piala Dunia 2026 menuju final. Sapuan terbanyak dibutuhkan ketika menghadapi Portugal dan Uruguay, pertandingan yang menuntut La Roja bertahan lebih lama dalam fase tertentu di Piala Dunia 2026.

Jumlah sapuan yang cukup tinggi tidak berarti La Roja selalu bertahan rendah. Banyak situasi muncul dari bola silang, tendangan bebas, atau umpan panjang lawan setelah pressing awal membuat jalur pendek mereka tertutup dalam fase tertentu di Piala Dunia 2026.

Unai Simón membukukan sepuluh penyelamatan sampai semifinal Piala Dunia 2026. Empat penyelamatan tercipta ketika menghadapi Prancis, membuktikan sang kiper tetap mampu memberikan respons penting ketika lawan akhirnya menembus perlindungan di depannya.

Penguasaan Bola Menjadi Pertahanan Pertama Spanyol

Spanyol mencatat rata-rata penguasaan bola sekitar 63,9 persen dari tujuh pertandingan. Mereka bahkan mencapai 74 persen melawan Tanjung Verde dan 68 persen ketika menghadapi Uruguay serta Belgia, sehingga lawan memiliki waktu serangan lebih terbatas.

Penguasaan bola di Piala Dunia 2026 berfungsi sebagai alat pertahanan karena tim yang tidak memegang bola tidak dapat menyerang. La Roja menggabungkan sirkulasi pendek, pergantian arah, dan kesabaran untuk mengurangi frekuensi transisi yang berpotensi mengekspos lini belakang.

Akurasi umpan rata-rata Spanyol mencapai sekitar 91,3 persen sampai semifinal Piala Dunia 2026. Kualitas distribusi tersebut membantu La Roja mempertahankan struktur, menghindari kehilangan bola ceroboh, dan memaksa lawan berlari tanpa mendapatkan penguasaan.

Dominasi permainan juga terlihat dari 114 tembakan, 44 tembakan tepat sasaran, dan 76 peluang yang diciptakan. Spanyol menghasilkan rata-rata 16,3 tembakan serta 6,3 tembakan tepat sasaran setiap pertandingan sepanjang Piala Dunia 2026.

Nilai expected goals Spanyol mencapai sekitar 12,21 selama Piala Dunia 2026, hampir sejalan dengan torehan 13 gol. Kedekatan dua angka itu menunjukkan penyelesaian akhir berjalan efektif tanpa bergantung pada keberuntungan ekstrem atau tembakan berprobabilitas rendah.

La Roja memperoleh 45 tendangan sudut, atau rata-rata 6,4 corner per pertandingan Piala Dunia 2026. Sebaliknya, seluruh lawan hanya mengumpulkan 14 corner, yang memperlihatkan seberapa sering permainan berlangsung di wilayah pertahanan lawan.

Selisih corner Piala Dunia 2026 sebesar 45 berbanding 14 menjadi indikator tekanan wilayah yang kuat. Spanyol tidak selalu mencetak gol dari bola mati, tetapi rangkaian tendangan sudut membuat lawan bertahan lebih lama dan mengurangi kesempatan mereka membangun serangan terstruktur.

Spanyol juga melepaskan 171 umpan silang dengan 37 di antaranya tercatat sukses. Variasi tersebut menunjukkan permainan mereka tidak hanya bergantung pada kombinasi pendek, karena bek sayap dan winger tetap aktif menyerang kotak penalti melalui sisi lapangan.

Pelanggaran dan Kartu Spanyol di Piala Dunia 2026

Di sisi disiplin, Spanyol melakukan 80 pelanggaran sampai semifinal Piala Dunia 2026. Rata-ratanya mencapai 11,4 pelanggaran per pertandingan, angka yang memperlihatkan intensitas pressing tanpa membuat La Roja berubah menjadi tim yang bermain terlalu kasar.

Dari 80 pelanggaran tersebut, Spanyol hanya menerima enam kartu kuning dan tidak pernah mendapatkan kartu merah. Rasio satu kartu kuning setiap 13,3 pelanggaran menunjukkan sebagian besar pelanggaran terjadi dalam konteks duel normal atau penghentian transisi.

Ketiadaan kartu merah sangat penting karena Spanyol tidak pernah dipaksa mempertahankan keunggulan dengan sepuluh pemain. Struktur permainan tetap utuh dalam seluruh 630 menit, sehingga Luis de la Fuente dapat mengelola pertandingan tanpa penyesuaian darurat akibat pengusiran.

Belgia Menjadi Satu-satunya Tim yang Membobol Spanyol

Pertandingan melawan Belgia menjadi satu-satunya noda pada rekor clean sheet Spanyol. Belgia mencetak satu gol dari lima tembakan dan dua percobaan tepat sasaran, meskipun hanya membukukan expected goals sekitar 0,48 selama pertandingan.

Laga tersebut juga menunjukkan kelemahan yang perlu diperhatikan menjelang final Piala Dunia 2026. Ketika lawan berhasil melewati pressing pertama dan menyerang ruang di belakang lini tengah, pertahanan La Roja dapat dipaksa berlari menghadap gawang sendiri.

Namun, respons Spanyol setelah kebobolan memperlihatkan ketenangan yang menjadi ciri utama tim ini. Mereka tetap menjaga bola, tidak kehilangan struktur, lalu memastikan kemenangan melalui gol terlambat Mikel Merino untuk menyingkirkan Belgia.

Semifinal melawan Prancis menjadi bukti paling kuat mengenai kualitas pertahanan kolektif Spanyol. Les Bleus hanya menghasilkan empat tembakan tepat sasaran, sedangkan Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, dan Michael Olise kesulitan menemukan ruang bersih.

Prancis baru menciptakan ancaman tepat sasaran pada fase akhir karena La Roja menguasai lini tengah dan menutup jalur umpan menuju penyerang. Kemenangan 2-0 itu sekaligus menghasilkan clean sheet keenam dalam Piala Dunia 2026.

Produktivitas Serangan Melengkapi Pertahanan Spanyol

Selain bertahan, Spanyol tetap mampu mencetak gol melalui banyak jalur berbeda. Mikel Oyarzabal menjadi pencetak gol utama, tetapi kontribusi juga datang dari Lamine Yamal, Álex Baena, Pedro Porro, Mikel Merino, Gavi, dan pemain lainnya.

Kedalaman sumber gol membuat lawan tidak dapat memusatkan penjagaan hanya kepada satu pemain. Spanyol dapat menyerang melalui sayap, pergerakan gelandang, bola mati, penalti, atau kombinasi pendek yang berakhir dengan cutback dari area lebar.

Catatan 13 gol dan satu kebobolan memberi Spanyol rasio gol 13 berbanding satu menuju final Piala Dunia 2026. Dengan rata-rata 1,86 gol memasukkan, La Roja tidak perlu bermain terbuka berlebihan untuk memenangkan pertandingan.

Data keseluruhan menunjukkan bahwa kekuatan terbesar Spanyol adalah kemampuannya mengendalikan lokasi dan ritme pertandingan. Mereka menyerang dengan banyak pemain, tetapi tetap menyediakan perlindungan melalui Rodri, dua bek tengah, dan counter-pressing cepat setelah kehilangan bola.

Piala Dunia 2026 telah memperlihatkan Spanyol sebagai tim yang dominan tanpa mengabaikan efisiensi defensif. Enam clean sheet, nol kartu merah, 45 corner, 57 intersep, serta satu gol kemasukan menjadi fondasi perjalanan menuju partai puncak.

Final tetap menghadirkan tantangan berbeda karena satu kesalahan kecil dapat menghapus seluruh catatan sebelumnya. Namun, berdasarkan performa tujuh pertandingan, Spanyol memasuki laga penentuan dengan keseimbangan terbaik antara kontrol bola, produktivitas, disiplin, dan perlindungan gawang.

Thailand di Piala AFF.

Daftar Pemain Thailand yang Sering Bobol Gawang Indonesia di Piala AFF

23 Jul 2026
Roulette Game

Roulette

22 Jul 2026
5 negara favorit juara Piala AFF 2026.

5 Negara Favorit Juara Piala AFF 2026, Indonesia Nomor Berapa?

22 Jul 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.