Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Mengenang Gol Tangan Tuhan Diego Maradona di Piala Dunia 1986

Mengenang Gol Tangan Tuhan Diego Maradona di Piala Dunia 1986

  • Juli 13, 2026
Gol Tangan Tuhan Diego Maradona.

Menjelang semifinal Inggris melawan Argentina pada Piala Dunia 2026, ingatan sepak bola kembali menuju Mexico City dan satu kejadian yang mengubah sejarah. Diego Maradona menjadi pusat cerita melalui gol kontroversial yang kemudian dikenal sebagai Tangan Tuhan.

Peristiwa tersebut berlangsung pada 22 Juni 1986 dalam perempat final Piala Dunia di Estadio Azteca, di hadapan lebih dari 114 ribu penonton. Argentina menang 2-1 bersama Diego Maradona dan melanjutkan perjalanan hingga mengangkat trofi di stadion yang sama.

Gol itu tidak hanya menjadi perdebatan mengenai kejujuran, kepemimpinan wasit, dan batas kecerdikan pemain. Tangan Tuhan juga memperkuat rivalitas Inggris dan Argentina serta menambah babak kontroversial dalam sejarah Piala Dunia.

Empat puluh tahun kemudian, Diego Maradona tetap hadir dalam setiap pembicaraan tentang pertemuan kedua negara. Semifinal Piala Dunia 2026 menghidupkan kembali memori mengenai satu laga yang menghadirkan kontroversi, kejeniusan, kemarahan, dan kebanggaan nasional sekaligus.

Diego Maradona dan Rivalitas Inggris-Argentina

Rivalitas sepak bola Inggris dan Argentina sudah memanas sejak perempat final Piala Dunia 1966 di Wembley. Pertandingan itu diwarnai pengusiran kapten Argentina, Antonio Rattín, serta komentar keras pelatih Inggris Alf Ramsey setelah timnya menang 1-0.

Hubungan kedua negara kemudian memburuk setelah Perang Falkland atau Malvinas pada 1982. Konflik bersenjata dimulai setelah pasukan Argentina menduduki kepulauan tersebut dan berakhir dengan penyerahan Argentina kepada Inggris pada 14 Juni 1982.

Ketika kedua tim bertemu empat tahun kemudian, luka politik dan rasa kehilangan belum benar-benar hilang. Diego Maradona kemudian mengakui bahwa kemenangan atas Inggris memiliki makna emosional dan terasa seperti balas dendam simbolis bagi sebagian masyarakat Argentina.

Namun, pertandingan tersebut tetap dimainkan sebagai ajang olahraga dengan tekanan luar biasa dari penonton, media, dan sejarah. Para pemain membawa identitas nasional mereka ke lapangan, sementara Estadio Azteca menciptakan panggung besar bagi drama Piala Dunia.

Kronologi Gol Tangan Tuhan Diego Maradona

Babak pertama berjalan ketat karena Inggris memilih menjaga kedalaman pertahanan dan membatasi ruang gerak Diego Maradona. Argentina lebih banyak menguasai bola, tetapi pertahanan yang dipimpin Peter Shilton masih mampu menjaga skor tanpa gol hingga turun minum.

Enam menit setelah babak kedua dimulai, Diego Maradona membawa bola menuju area pertahanan Inggris lalu mencoba bekerja sama dengan Jorge Valdano. Serangan itu tampak gagal ketika bola dipotong dan mengarah kepada gelandang Inggris, Steve Hodge.

Hodge bermaksud membersihkan bola, tetapi sentuhannya justru melambung kembali menuju kotak penalti Inggris. Karena bola terakhir berasal dari pemain lawan, posisi Diego Maradona tidak dianggap offside ketika ia berlari mengejar bola tersebut.

Peter Shilton keluar dari gawang untuk menyambut bola dengan keunggulan tinggi badan dan jangkauan tangan. Diego Maradona menyadari dirinya hampir mustahil memenangkan duel udara secara normal, lalu mengangkat tangan kiri dekat kepalanya.

Sentuhan tangan itu lebih dahulu mengenai bola sebelum Shilton dapat meninju atau menangkapnya. Bola kemudian melambung melewati sang kiper dan masuk ke gawang, sementara Diego Maradona mendarat lalu segera berlari merayakan gol pembuka Argentina.

Rekaman pertandingan memperlihatkan Diego Maradona sempat menoleh ke arah wasit dan hakim garis sebelum merayakan dengan penuh keyakinan. Ia bahkan mendorong rekan-rekannya segera memeluknya agar perayaan terlihat meyakinkan dan keputusan tidak berubah.

Wasit Tunisia Ali Bin Nasser mengesahkan gol karena tidak melihat pelanggaran tersebut secara jelas. Asisten wasit Bogdan Dotchev juga tidak memberikan tanda, sehingga protes keras pemain Inggris tidak mampu mengubah keputusan di lapangan.

Pada masa itu belum tersedia VAR, komunikasi audio modern, atau akses tayangan ulang bagi perangkat pertandingan. Foto dan rekaman televisi baru memastikan beberapa saat kemudian bahwa tangan kiri Diego Maradona menyentuh bola secara sengaja.

Reaksi Pemain Inggris terhadap Diego Maradona

Peter Shilton langsung mengejar wasit sambil menunjukkan gerakan tangan karena yakin telah terjadi pelanggaran. Kiper Inggris itu selama bertahun-tahun tetap menilai gol Diego Maradona sebagai tindakan curang yang merampas kesempatan timnya melaju pada Piala Dunia.

Terry Butcher juga termasuk pemain Inggris yang memprotes keputusan tanpa hasil. Bek tersebut kemudian menyebut Tangan Tuhan sebagai salah satu bentuk penipuan terbaik dalam sepak bola karena Diego Maradona melakukannya dan berhasil lolos dari hukuman.

Gary Lineker berada jauh dari kejadian, tetapi memahami ada sesuatu yang salah ketika melihat reaksi rekan-rekannya. Penyerang Inggris itu tetap mengakui kehebatan Diego Maradona, terutama setelah menyaksikan gol kedua yang tercipta hanya beberapa menit kemudian.

Pelatih Inggris Bobby Robson terpukul setelah melihat rekaman pelanggaran Diego Maradona yang tidak terlihat langsung dari pinggir lapangan. Kekalahan itu terasa lebih menyakitkan karena Inggris sedang berkembang dan percaya memiliki peluang besar mencapai final Piala Dunia.

Di kubu Argentina, para pemain segera melindungi hasil pertandingan dan merayakan keberhasilan kapten mereka. Diego Maradona tidak langsung mengaku menggunakan tangan, tetapi memberikan jawaban yang cerdas, provokatif, dan akhirnya menjadi bagian dari budaya populer.

Reaksi Media Internasional atas Gol Diego Maradona

Ketika ditanya mengenai gol tersebut, Diego Maradona mengatakan bola masuk sedikit melalui kepalanya dan sedikit melalui tangan Tuhan. Kalimat singkat itu segera melahirkan istilah La Mano de Dios yang bertahan jauh melampaui Piala Dunia 1986.

Media Inggris menempatkan gol Diego Maradona tersebut sebagai simbol ketidakadilan dan kegagalan perangkat pertandingan. Tayangan ulang yang semakin jelas memperbesar kemarahan publik karena pelanggaran terlihat nyata, sedangkan hasil pertandingan tidak mungkin lagi dibatalkan.

Para penyiar yang berada di stadion awalnya juga kesulitan memahami kejadian karena sudut kamera dan tayangan ulang terbatas. Barry Davies serta Martin Tyler baru menyadari sentuhan tangan setelah melihat rekaman dari sudut yang lebih jelas.

Media internasional melihat dua wajah Diego Maradona dalam pertandingan yang sama. Surat kabar Prancis L’Équipe kemudian menggambarkannya sebagai setengah malaikat dan setengah iblis, perpaduan antara kecurangan kontroversial serta bakat Piala Dunia yang luar biasa.

Gol Abad Ini Menyempurnakan Malam Diego Maradona

Empat menit setelah Tangan Tuhan, Diego Maradona menerima bola di wilayah Argentina dan memulai salah satu aksi individu terbaik sepanjang sejarah. Ia melewati beberapa pemain Inggris sebelum mengecoh Shilton dan menyelesaikan serangan dari sudut sempit.

Gol kedua tersebut kemudian dikenal sebagai Gol Abad Ini dan menjadi kebalikan sempurna dari gol pertama. Jika Tangan Tuhan menampilkan kecerdikan yang melanggar aturan, gol berikutnya memperlihatkan kemampuan murni yang membuat dunia sepak bola terdiam.

Gary Lineker memperkecil skor menjadi 2-1 pada menit-menit akhir setelah menyambut umpan silang John Barnes. Inggris hampir menyamakan kedudukan melalui pola serupa, tetapi pertahanan Argentina bertahan hingga peluit akhir perempat final Piala Dunia.

Argentina kemudian menyingkirkan Belgia pada semifinal dan mengalahkan Jerman Barat 3-2 di final. Diego Maradona menyelesaikan turnamen sebagai pemain terbaik setelah mencetak lima gol dan menjadi penggerak utama keberhasilan negaranya meraih gelar kedua.

Fakta Menarik Gol Tangan Tuhan Diego Maradona

Salah satu fakta menarik berasal dari seragam biru Argentina yang dikenakan pada pertandingan tersebut. Seragam pengganti Piala Dunia itu disiapkan menjelang laga, lalu diberi lambang dan nomor khusus sebelum akhirnya menjadi salah satu benda olahraga paling terkenal.

Seragam Diego Maradona yang dipakai mencetak kedua gol kemudian berpindah kepada Steve Hodge melalui pertukaran selepas pertandingan. Benda bersejarah tersebut akhirnya terjual dengan harga lebih dari sembilan juta dolar Amerika dalam pelelangan pada 2022.

Bola pertandingan juga menjadi bagian penting dari warisan Tangan Tuhan karena disimpan oleh Ali Bin Nasser. Kehadiran benda-benda tersebut menunjukkan bahwa kontroversi Piala Dunia 1986 berkembang menjadi sejarah budaya sekaligus industri memorabilia bernilai besar.

Argentina memperingati 22 Juni sebagai Hari Pesepak Bola Argentina untuk menghormati penampilan Diego Maradona. Penghormatan itu memperlihatkan bahwa masyarakat tidak hanya mengenang gol ilegal, tetapi juga satu pertandingan yang membentuk identitas sepak bola nasional.

Warisan Diego Maradona Menjelang Piala Dunia 2026

Perdebatan mengenai Tangan Tuhan tidak pernah benar-benar selesai karena sudut pandang kedua negara sangat berbeda. Banyak pendukung Inggris melihat kecurangan, sedangkan sebagian masyarakat Argentina menganggapnya sebagai kecerdikan, perlawanan, dan kemenangan emosional setelah Perang Malvinas.

Teknologi modern hampir pasti akan menganulir gol tersebut dalam hitungan detik. VAR dapat memperlihatkan sentuhan tangan Diego Maradona secara jelas, kemudian merekomendasikan pembatalan gol dan kemungkinan kartu kuning karena tindakan sengaja.

Namun, penggunaan teknologi tidak menghapus daya tarik kisah tersebut dari sejarah Piala Dunia. Kontroversi, konteks politik, komentar pemain, dan gol kedua yang menakjubkan membuat pertandingan itu terus dibicarakan oleh generasi yang bahkan belum lahir pada 1986.

Menjelang Inggris melawan Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026, Tangan Tuhan kembali menjadi latar emosional yang sulit dihindari. Pertandingan baru akan melahirkan cerita berbeda, tetapi nama Diego Maradona tetap membayangi rivalitas besar kedua negara.

Thailand di Piala AFF.

Daftar Pemain Thailand yang Sering Bobol Gawang Indonesia di Piala AFF

23 Jul 2026
Roulette Game

Roulette

22 Jul 2026
5 negara favorit juara Piala AFF 2026.

5 Negara Favorit Juara Piala AFF 2026, Indonesia Nomor Berapa?

22 Jul 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.