Pertandingan Inggris melawan Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026 tidak hanya mempertemukan dua tim yang memburu tiket semifinal. Laga tersebut juga menghadirkan kisah menarik tentang Bellingham dan Haaland, dua sahabat lama yang kini harus berdiri sebagai lawan.
Jude Bellingham menjadi salah satu tumpuan Inggris, sedangkan Erling Haaland membawa harapan besar Norwegia. Namun, perhatian penggemar tidak hanya tertuju pada gol dan hasil akhir karena persahabatan Bellingham dan Haaland telah menjadi salah satu cerita paling populer selama turnamen.
Keduanya pernah bermain bersama di Borussia Dortmund pada 2020 hingga 2022. Dalam periode tersebut, Bellingham dan Haaland membangun hubungan dekat yang tetap bertahan meskipun perjalanan karier mereka kemudian bergerak ke klub dan negara berbeda.
Persahabatan Bellingham dan Haaland Kembali Viral
Video lama yang menampilkan keduanya kembali memenuhi Instagram, TikTok, dan berbagai platform media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan mereka berpelukan, bercanda, merayakan gol, serta saling melindungi ketika masih memperkuat Borussia Dortmund.
Salah satu momen paling populer terjadi setelah Dortmund mengalahkan Besiktas di Liga Champions pada September 2021. Haaland sedang memuji penampilan Bellingham dalam wawancara ketika gelandang Inggris itu tiba-tiba muncul, mencium pipinya dengan bercanda, lalu meninggalkan kamera.
Momen sederhana tersebut kembali viral menjelang pertemuan Inggris dan Norwegia. Bagi penggemar, kedekatan Bellingham dan Haaland terlihat alami karena tidak lahir dari kampanye promosi, melainkan tumbuh dari pengalaman sebagai rekan satu tim.
Rekaman lain menunjukkan Haaland bergegas mendekati Bellingham setelah pemain lawan mendorongnya. Tindakan itu memperlihatkan bahwa Bellingham dan Haaland bukan hanya rekan setim, tetapi juga dua pemain muda yang saling menjaga di tengah kerasnya pertandingan.
Bermula dari Borussia Dortmund
Borussia Dortmund menjadi tempat awal berkembangnya persahabatan keduanya. Keduanya mencatat 63 penampilan bersama dan membantu klub Jerman tersebut menjuarai DFB-Pokal pada 2021.
Ketika bergabung dengan Dortmund, Bellingham masih berusia 17 tahun dan baru meninggalkan Birmingham City. Haaland sudah lebih dahulu dikenal sebagai salah satu penyerang muda paling menarik di Eropa setelah tampil produktif bersama Red Bull Salzburg.
Perbedaan karakter justru membuat keduanya mudah diterima penggemar. Bellingham dikenal tenang, artikulatif, dan terbuka dalam mengekspresikan emosi, sedangkan Haaland lebih eksentrik, datar ketika bercanda, dan kerap menghasilkan momen yang menjadi meme.
Dortmund bahkan pernah membuat video khusus Hari Valentine yang menampilkan keduanya membaca kalimat rayuan. Video tersebut memperkuat kesan bahwa hubungan keduanya tumbuh tanpa rasa canggung di depan kamera.
Dalam salah satu bagian video, Haaland membacakan rayuan tentang mengajak seseorang ke bioskop karena makanan ringan dari luar tidak diperbolehkan. Bellingham kemudian membalas dengan kalimat yang mengibaratkan lawan bicaranya sebagai mesin pencari Google.
Bellingham dan Haaland terlihat kesulitan menahan tawa selama proses pengambilan gambar. Momen tersebut menjadi salah satu bukti bahwa keduanya sudah dekat jauh sebelum berkembang menjadi pemain utama Manchester City dan Real Madrid.
Rivalitas Tanpa Kebencian
Pakar media sosial Mark Navarra menilai hubungan keduanya menjadi selingan positif dari percakapan sepak bola yang sering dipenuhi kemarahan dan fanatisme berlebihan. Dunia maya kerap mengubah pemain menjadi pahlawan atau penjahat tanpa memberi ruang untuk melihat sisi manusia mereka.
Menurut Navarra, keduanya memperlihatkan bahwa dua atlet pria dapat menunjukkan kehangatan serta kepedulian tanpa kehilangan daya saing. Mereka tetap ingin saling mengalahkan, tetapi tidak perlu menciptakan permusuhan untuk memenuhi ekspektasi publik.
Hubungan tersebut juga menawarkan gambaran rivalitas yang lebih sehat. keduanya dapat bertarung keras selama pertandingan, tetapi tetap mempertahankan rasa hormat ketika peluit akhir berbunyi.
Kedekatan itu terasa lebih kuat karena dibangun selama bertahun-tahun. Bellingham dan Haaland telah melewati latihan, pertandingan, kemenangan, dan tekanan bersama sebelum akhirnya menjadi bintang dunia di klub masing-masing.
Navarra menilai chemistry mereka terasa alami dan bukan hasil rekayasa pemasaran. Penggemar melihat hubungan tersebut sebagai sesuatu yang tumbuh dari pengalaman nyata ketika keduanya masih berjuang membangun karier di Jerman.
Karakter Berbeda yang Saling Melengkapi
Pakar hubungan masyarakat Mark Borkowski menilai generasi pemain saat ini berbeda dibandingkan era 1990-an dan 2000-an. Media sosial membuat pemain lebih sadar terhadap citra publik, tetapi keduanya dinilai tetap memperlihatkan karakter yang tidak dibuat-buat.
Bellingham dikenal memiliki kedewasaan yang melampaui usianya. Ia mampu berbicara dengan tenang, memimpin rekan setim, serta menjaga sikap ketika menghadapi tekanan besar bersama Real Madrid dan Inggris.
Haaland tumbuh dalam keluarga sepak bola yang kuat. Ayahnya, Alfie Haaland, pernah bermain di Liga Inggris, sementara pengalaman hidup di Norwegia, Austria, Jerman, dan Inggris membantu sang penyerang mengenal berbagai budaya.
Latar belakang tersebut ikut membentuk Bellingham dan Haaland menjadi pemain yang nyaman menunjukkan persahabatan secara terbuka. Mereka tidak merasa perlu berpura-pura bermusuhan hanya karena kini membela klub dan negara berbeda.
Karakter keduanya juga dianggap saling melengkapi. Bellingham lebih rapi dan ekspresif ketika berbicara, sedangkan Haaland memiliki gaya humor datar yang membuat berbagai ucapannya mudah menjadi bahan pembicaraan di media sosial.
Kehidupan Sederhana di Luar Lapangan
Popularitas kedua pemain juga dipengaruhi kehidupan mereka di luar sepak bola. Haaland diketahui menjalin hubungan dengan teman masa kecilnya, Isabel Haugseng Johansen.
Haaland pernah menceritakan bahwa malam sederhana bersama pasangannya dapat diisi dengan memasak, bermain Minecraft, atau pulang ke Bryne untuk memesan kebab. Gambaran tersebut membuat penggemar melihat sisi lain dari penyerang yang dikenal sangat ganas di kotak penalti.
Bellingham lebih tertutup mengenai hubungan pribadinya, tetapi kedekatannya dengan keluarga sudah dikenal luas. Ia berulang kali menyebut ayah dan ibunya memiliki peran besar dalam membentuk karier serta kepribadiannya.
Sang ayah memperkenalkan sepak bola, sedangkan ibunya mengajarkan ketenangan, kepemimpinan, dan pentingnya menjadi contoh bagi orang lain. Nilai keluarga tersebut membantu menjelaskan mengapa Bellingham dan Haaland terlihat matang meskipun masih berada pada usia muda.
Kehidupan yang relatif sederhana juga membuat Bellingham dan Haaland lebih mudah diterima penggemar. Mereka dikenal sebagai pemain bernilai tinggi, tetapi tetap memperlihatkan kebiasaan dan hubungan keluarga yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dari Rekan Setim Menjadi Lawan
Setelah meninggalkan Dortmund, Haaland bergabung dengan Manchester City pada 2022. Bellingham kemudian pindah ke Real Madrid pada 2023 dan langsung menjadi salah satu pemain utama klub Spanyol tersebut.
Bellingham dan Haaland beberapa kali bertemu sebagai lawan di Liga Champions. Kamera kerap menangkap keduanya berbicara, tersenyum, atau berpelukan sebelum dan sesudah pertandingan.
Pertemuan di Piala Dunia 2026 mempunyai tekanan lebih besar karena salah satu dari mereka harus tersingkir. Bellingham membawa ambisi Inggris kembali ke semifinal, sedangkan Haaland berusaha melanjutkan perjalanan bersejarah Norwegia.
Di lapangan, Bellingham dan Haaland akan menjadi dua ancaman utama. Bellingham telah mencetak empat gol sepanjang turnamen, sementara Haaland menghasilkan tujuh gol dan menjadi salah satu kandidat kuat peraih Sepatu Emas.
Bellingham mempunyai kemampuan melakukan pergerakan dari lini kedua, membawa bola, serta muncul di kotak penalti pada waktu yang tepat. Haaland menjadi ancaman melalui kecepatan, kekuatan fisik, pergerakan tanpa bola, dan penyelesaian akhirnya.
Kedua pemain bisa menentukan hasil pertandingan dengan cara berbeda. Inggris harus mengurangi suplai bola menuju Haaland, sedangkan Norwegia perlu mengawasi pergerakan Bellingham ketika masuk dari lini tengah.
Persahabatan Tidak Berakhir karena Hasil Pertandingan
Pertandingan Inggris melawan Norwegia akan menentukan siapa yang melaju ke semifinal. Namun, hasil tersebut kemungkinan tidak akan mengubah hubungan Bellingham dan Haaland.
Salah satu pemain akan merayakan kemenangan, sedangkan yang lain harus meninggalkan Piala Dunia. Meski demikian, sejarah bersama di Dortmund membuat persahabatan mereka lebih kuat daripada satu hasil pertandingan.
Bellingham dan Haaland menunjukkan bahwa rivalitas tidak harus disertai kebencian. Dua pemain dapat bersaing pada level tertinggi, menjaga ambisi masing-masing, dan tetap menghormati hubungan pribadi.
Di tengah media sosial yang sering dipenuhi provokasi, kisah Bellingham dan Haaland memberikan warna berbeda. Mereka menghadirkan persaingan tanpa permusuhan sekaligus mengingatkan bahwa pesepak bola tetap manusia dengan pertemanan, emosi, dan kenangan bersama.
Apa pun hasil pertandingan Inggris melawan Norwegia, salah satu dari mereka akan memberikan dukungan kepada sahabatnya. Rivalitas hanya berlangsung selama pertandingan, sedangkan hubungan yang dibangun sejak masa Borussia Dortmund diperkirakan tetap bertahan.



