Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Preview Argentina vs Swiss: Tugas Berat Akanji Hentikan Messi

Preview Argentina vs Swiss: Tugas Berat Akanji Hentikan Messi

  • Juli 10, 2026
Preview Argentina vs Swiss pada pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026.

Argentina vs Swiss menjadi pertandingan terakhir babak perempat final Piala Dunia 2026 yang dimainkan Minggu, 12 Juli 2026, pukul 08.00 WIB. Arrowhead Stadium di Kansas City menjadi panggung duel juara bertahan menghadapi kuda hitam Eropa.

Pertandingan ini mempertemukan Argentina yang memiliki serangan produktif dengan Swiss yang sangat disiplin dalam bertahan. Pemenang Argentina vs Swiss akan menghadapi Norwegia atau Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2026.

Argentina mencapai perempat final setelah melakukan kebangkitan dramatis untuk mengalahkan Mesir 3-2. La Albiceleste sempat tertinggal dua gol sebelum Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez membalikkan keadaan.

Swiss melaju setelah menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti dengan skor 4-3. Gregor Kobel menjadi pahlawan setelah pertandingan berakhir tanpa gol selama 120 menit, sekaligus mempertahankan rekor clean sheet pada fase gugur.

Sorotan utama Argentina vs Swiss akan tertuju kepada pertarungan Lionel Messi melawan Manuel Akanji. Bek Swiss tersebut memikul tanggung jawab besar untuk membatasi pergerakan Messi dan memutus jalur distribusi bola menuju kapten Argentina.

Argentina tetap lebih diunggulkan karena memiliki kualitas individu, pengalaman, serta kedalaman skuad lebih baik. Namun Swiss belum pernah tertinggal selama turnamen, sehingga pertandingan berpotensi berlangsung jauh lebih ketat daripada perkiraan.

Argentina vs Swiss: Tugas Berat Akanji Mengawal Lionel Messi

Argentina vs Swiss menghadirkan duel menarik antara salah satu penyerang terbaik sepanjang masa dan bek berpengalaman dari Eropa. Akanji harus menjaga Messi tanpa kehilangan koordinasi bersama Nico Elvedi, Denis Zakaria, dan Ricardo Rodriguez.

Tugas tersebut tidak mudah karena Messi tidak selalu menunggu bola di area depan. Ia kerap turun menuju lini tengah, bergerak ke kanan, lalu mencari ruang di antara gelandang bertahan dan bek Swiss.

Akanji juga harus memperhatikan Lautaro Martinez yang memahami kebiasaannya dari level klub. Keduanya sama-sama memperkuat Inter Milan, sehingga duel tersebut membawa dimensi tambahan dalam pertandingan perempat final ini.

Jika Akanji terlalu fokus mengikuti Messi, Lautaro dapat memanfaatkan ruang di belakangnya. Sebaliknya, apabila pertahanan Swiss menjaga posisi terlalu dalam, Messi bisa mendapatkan kebebasan untuk mengatur serangan dari depan kotak penalti.

Swiss mempunyai dukungan penting melalui Kobel dan Xhaka yang sangat berpengalaman. Kobel bertugas menjaga gawang, sedangkan Xhaka mengatur jarak antarlini serta memastikan Argentina tidak leluasa menguasai area tengah.

Karena itu, Argentina vs Swiss bukan hanya duel Messi melawan Akanji secara individual. Swiss membutuhkan kerja kolektif yang sempurna untuk mempersempit ruang, memenangkan bola kedua, dan menghentikan Argentina sebelum memasuki area berbahaya.

Siapa Lebih Favorit Lolos dari Argentina vs Swiss?

Argentina vs Swiss tetap menempatkan La Albiceleste sebagai favorit mencapai semifinal Piala Dunia 2026. Tim asuhan Lionel Scaloni memiliki pengalaman juara, mental kuat, dan banyak pemain yang terbiasa menghadapi pertandingan bertekanan tinggi.

Argentina juga mencatat 12 kemenangan beruntun sejak September 2025. Mereka belum terkalahkan dalam 11 pertandingan Piala Dunia sejak takluk kepada Arab Saudi pada laga pertama edisi 2022.

Messi masih menjadi ancaman terbesar setelah mencetak delapan gol sepanjang turnamen. Kapten Argentina tersebut juga menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam enam pertandingan fase gugur Piala Dunia secara beruntun.

Kekuatan Argentina tidak berhenti pada Messi karena mereka memiliki Lautaro Martinez dan Julian Alvarez. Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Rodrigo De Paul, serta Leandro Paredes juga menawarkan kreativitas dan intensitas dari lini tengah.

Swiss lebih unggul dalam organisasi, disiplin, dan ketenangan menjaga bentuk permainan. Mereka menjuarai Grup B, menyingkirkan Aljazair 2-0, kemudian melewati Kolombia tanpa kebobolan selama 120 menit.

Secara keseluruhan, Argentina mempunyai peluang lebih besar untuk lolos. Namun Swiss bisa memperkecil kesenjangan tersebut apabila mampu menjaga skor tetap imbang, membuat pertandingan berjalan lambat, dan memaksa lawan mengambil risiko.

Kondisi Tim Jelang Argentina vs Swiss

Argentina vs Swiss berlangsung ketika Lionel Scaloni memiliki hampir seluruh pemain utama dalam kondisi siap. Argentina tidak menghadapi masalah besar akibat hukuman kartu merah maupun akumulasi kartu menjelang pertandingan perempat final.

Cristian Romero sempat menjadi perhatian setelah mengalami masalah kebugaran, tetapi bek tersebut diperkirakan tetap tersedia. Ia bahkan mencetak gol penting yang memulai kebangkitan Argentina saat menghadapi Mesir.

Persaingan utama dalam susunan Argentina berada pada posisi pendamping Messi. Lautaro Martinez sedikit lebih diunggulkan daripada Julian Alvarez setelah memberikan assist untuk gol kemenangan Enzo Fernandez melawan Mesir.

Nicolas Tagliafico juga bersaing dengan Facundo Medina untuk mengisi posisi bek kiri. Namun pengalaman Tagliafico dalam pertandingan besar membuatnya berpeluang kembali dipercaya sejak menit awal di Kansas City.

Dari kubu Swiss, Johan Manzambi masih diragukan karena mengalami cedera lutut. Gelandang muda tersebut mencetak tiga gol sebelum harus melewatkan pertandingan Babak 16 Besar melawan Kolombia.

Michel Aebischer dan Luca Jaquez juga menjalani latihan secara terpisah akibat masalah kebugaran. Kondisi tersebut membuat Ardon Jashari berpeluang kembali menjadi starter bersama Granit Xhaka serta Remo Freuler.

Argentina vs Swiss: Prediksi Susunan Pemain Argentina

Argentina vs Swiss kemungkinan membuat Lionel Scaloni kembali memakai formasi 4-4-2. Struktur tersebut memberi Messi kebebasan bergerak di belakang Lautaro, sekaligus mempertahankan empat gelandang pekerja keras untuk mengontrol tempo.

Emiliano Martinez diprediksi tetap menjadi penjaga gawang utama Argentina. Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, dan Nicolas Tagliafico kemungkinan mengisi empat posisi bertahan di depan kiper Aston Villa tersebut.

Romero dan Lisandro harus mengantisipasi kekuatan fisik serta pergerakan Breel Embolo. Keduanya juga perlu menjaga komunikasi ketika Dan Ndoye atau Ruben Vargas menusuk melalui ruang di sisi pertahanan.

Rodrigo De Paul, Leandro Paredes, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister kemungkinan membentuk lini tengah. Empat pemain tersebut menawarkan energi, kemampuan menekan, distribusi bola, serta dukungan kreatif kepada penyerang.

De Paul akan banyak bergerak untuk mendukung Messi di sisi kanan. Sementara itu, Mac Allister dapat masuk menuju area tengah agar Argentina mempunyai jumlah pemain lebih banyak saat menghadapi Xhaka dan Freuler.

Lionel Messi diprediksi berduet dengan Lautaro Martinez di lini depan. Namun Julian Alvarez tetap menjadi senjata penting dari bangku cadangan apabila Argentina membutuhkan pressing, kecepatan, atau pergerakan yang lebih agresif.

Prediksi Susunan Pemain Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Leandro Paredes, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister; Lionel Messi, Lautaro Martinez.

Argentina vs Swiss: Prediksi Susunan Pemain Swiss

Argentina vs Swiss kemungkinan membuat Murat Yakin menggunakan formasi 4-3-3 yang dapat berubah menjadi 4-5-1 saat bertahan. Struktur rapat tersebut dirancang untuk mempersempit ruang Messi di wilayah tengah.

Gregor Kobel diprediksi kembali menjadi penjaga gawang utama setelah tampil heroik melawan Kolombia. Denis Zakaria, Nico Elvedi, Manuel Akanji, dan Ricardo Rodriguez kemungkinan membentuk empat pemain bertahan utama Swiss.

Akanji akan menjadi pemimpin garis belakang dan bertanggung jawab menjaga koordinasi. Ia harus memilih waktu dengan tepat ketika meninggalkan posisi untuk menekan Messi atau Lautaro yang turun menerima bola.

Elvedi akan menjaga kedalaman untuk mengantisipasi pergerakan penyerang Argentina. Zakaria dan Rodriguez juga perlu berhati-hati ketika Molina atau Tagliafico melakukan overlap dari kedua sisi lapangan.

Ardon Jashari, Granit Xhaka, dan Remo Freuler diperkirakan mengisi lini tengah. Xhaka akan menjadi pengatur tempo, sementara Jashari serta Freuler bertugas menutup jalur umpan Argentina menuju area depan.

Dan Ndoye, Breel Embolo, dan Ruben Vargas kemungkinan mengisi lini serang. Ndoye serta Vargas harus membantu pertahanan sebelum berlari cepat dalam transisi untuk mendukung Embolo di area depan.

Prediksi Swiss 4-3-3: Gregor Kobel; Denis Zakaria, Nico Elvedi, Manuel Akanji, Ricardo Rodriguez; Ardon Jashari, Granit Xhaka, Remo Freuler; Dan Ndoye, Breel Embolo, Ruben Vargas.

Argentina vs Swiss: 5 Pertandingan Terakhir Argentina

Argentina vs Swiss memperlihatkan La Albiceleste datang dengan lima kemenangan beruntun pada Piala Dunia 2026. Namun dua kemenangan fase gugur terakhir diperoleh melalui pertandingan yang jauh lebih sulit daripada perkiraan.

NoTanggalPertandinganSkorKompetisi
17 Jul 2026Argentina vs Mesir3-2Piala Dunia 2026
24 Jul 2026Argentina vs Cape Verde3-2 (ET)Piala Dunia 2026
328 Jun 2026Argentina vs Yordania3-1Piala Dunia 2026
423 Jun 2026Argentina vs Austria2-0Piala Dunia 2026
517 Jun 2026Argentina vs Aljazair3-0Piala Dunia 2026

Rangkaian tersebut menunjukkan Argentina selalu mencetak sedikitnya dua gol dalam setiap pertandingan. Namun mereka juga kebobolan lima kali pada tiga laga terakhir, sehingga Swiss mempunyai alasan untuk percaya dapat menciptakan peluang.

Kemenangan atas Mesir memperlihatkan karakter luar biasa milik tim Scaloni. Meski sempat tertinggal 0-2 hingga menit-menit akhir, Argentina tetap mampu membalikkan keadaan dan menjaga peluang mempertahankan gelar.

Argentina vs Swiss: 5 Pertandingan Terakhir Swiss

Argentina vs Swiss juga memperlihatkan Swiss belum terkalahkan sepanjang lima pertandingan Piala Dunia 2026. Mereka meraih tiga kemenangan, dua hasil imbang, serta mencatat clean sheet dalam dua pertandingan fase gugur.

NoTanggalPertandinganSkorKompetisi
18 Jul 2026Swiss vs Kolombia0-0 (4-3 pen)Piala Dunia 2026
23 Jul 2026Swiss vs Aljazair2-0Piala Dunia 2026
325 Jun 2026Swiss vs Kanada2-1Piala Dunia 2026
419 Jun 2026Swiss vs Bosnia & Herzegovina4-1Piala Dunia 2026
514 Jun 2026Qatar vs Swiss1-1Piala Dunia 2026

Swiss mencetak delapan gol dan hanya kebobolan tiga kali sepanjang turnamen. Mereka juga belum pernah tertinggal dalam pertandingan Piala Dunia maupun kualifikasi menuju edisi 2026.

Namun Argentina menjadi lawan dengan kualitas serangan paling tinggi yang pernah mereka hadapi. Struktur pertahanan Swiss harus bertahan menghadapi tekanan lebih lama, terutama ketika Messi mulai mencari ruang antarlini.

Argentina vs Swiss: Head to Head

Argentina vs Swiss mempunyai sejarah pertemuan yang sepenuhnya berpihak kepada La Albiceleste. Argentina tidak pernah kalah dalam lima pertandingan sebelumnya, dengan tiga kemenangan dan dua hasil imbang.

NoTanggalPertandinganSkorKompetisi
11 Jul 2014Argentina vs Swiss1-0 (ET)Piala Dunia 2014
21 Mar 2012Swiss vs Argentina1-3Persahabatan
33 Jun 2007Swiss vs Argentina1-1Persahabatan
48 Mei 1990Swiss vs Argentina1-1Persahabatan
519 Jul 1966Argentina vs Swiss2-0Piala Dunia 1966
NoKeteranganData
1Total pertemuan5
2Kemenangan Argentina3
3Kemenangan Swiss0
4Hasil imbang2
5Gol Argentina8
6Gol Swiss3
7Pertemuan Piala Dunia2 kali

Pertemuan terakhir terjadi pada Babak 16 Besar Piala Dunia 2014. Argentina membutuhkan gol Angel Di Maria pada menit ke-118 untuk mengalahkan Swiss 1-0 setelah pertandingan berlangsung sangat ketat.

Messi, Xhaka, dan Ricardo Rodriguez menjadi tiga pemain yang tersisa dari pertandingan tersebut. Fakta itu menambah unsur sejarah dalam pertemuan kedua negara setelah menunggu selama 12 tahun.

Argentina vs Swiss: Player to Watch Lionel Messi

Lionel Messi menjadi player to watch utama dalam Argentina vs Swiss karena kembali menjadi pusat permainan La Albiceleste. Meski berusia 39 tahun, ia masih mampu menentukan pertandingan melalui gol, umpan, dan ketenangan.

Messi sudah mencetak delapan gol di Piala Dunia 2026 dan memimpin persaingan Sepatu Emas. Ia juga mencetak gol penyeimbang ketika Argentina melakukan kebangkitan luar biasa untuk menyingkirkan Mesir.

Dalam Argentina vs Swiss, Messi kemungkinan bergerak menjauhi Akanji untuk mencari ruang lain. Ia dapat turun ke lini tengah, berpindah menuju kanan, atau bertukar posisi dengan Lautaro Martinez.

Argentina perlu memastikan Messi tidak menerima bola dalam posisi terlalu statis. Pergerakan De Paul, Molina, Mac Allister, dan Lautaro akan membantu menarik pemain Swiss sehingga ruang untuk sang kapten terbuka.

Akanji kemungkinan tidak menjaga Messi secara ketat sepanjang pertandingan karena berisiko merusak struktur. Swiss lebih mungkin memakai penjagaan berlapis dengan Xhaka, Freuler, Elvedi, dan Rodriguez bergantian menutup ruang.

Jika Messi mampu lolos dari tekanan pertama, Swiss bisa menghadapi masalah besar. Satu umpan terobosan atau tembakan kaki kiri sang kapten cukup untuk mengubah jalannya pertandingan yang diprediksi sangat rapat.

Argentina vs Swiss: Player to Watch Manuel Akanji

Manuel Akanji menjadi player to watch utama Swiss karena tanggung jawabnya tidak hanya menjaga penyerang. Ia juga harus memimpin garis pertahanan, mengatur jarak, dan membantu tim keluar dari tekanan Argentina.

Pengalamannya bermain untuk Borussia Dortmund, Manchester City, serta Inter Milan membuat Akanji terbiasa menghadapi penyerang elite. Jam terbang tersebut sangat diperlukan ketika berhadapan dengan Messi dan Lautaro Martinez.

Akanji mempunyai kecepatan, kekuatan fisik, dan kemampuan membaca permainan yang cukup baik. Namun menghadapi Messi membutuhkan konsentrasi lebih tinggi karena ancaman dapat datang melalui gerakan kecil yang sulit diperkirakan.

Dalam Argentina vs Swiss, Akanji harus menghindari duel terbuka terlalu jauh dari area pertahanan. Apabila ia terpancing mengikuti Messi, Lautaro atau Mac Allister dapat bergerak memasuki ruang yang ditinggalkan.

Kemampuan Akanji membawa bola juga penting untuk membantu Swiss melewati tekanan. Argentina kemungkinan menekan melalui Lautaro dan Messi, sehingga bek tersebut harus tenang ketika memilih umpan pertama.

Swiss membutuhkan penampilan hampir sempurna dari Akanji apabila ingin menciptakan kejutan. Kesalahan posisi sekecil apa pun dapat memberikan Messi ruang untuk menembak, mengirim assist, atau memenangkan pelanggaran berbahaya.

Analisa Taktik Argentina vs Swiss

Argentina vs Swiss diperkirakan berlangsung dengan La Albiceleste lebih dominan menguasai bola. Swiss kemungkinan bertahan dalam blok menengah yang sempit, kemudian mencoba menyerang melalui Ndoye, Vargas, dan Embolo.

Argentina akan berusaha memancing Xhaka serta Freuler keluar dari posisi melalui pergerakan Mac Allister. Saat ruang muncul, Messi dapat turun menerima bola dan mengirim umpan menuju Lautaro di belakang pertahanan.

Molina juga berpotensi menjadi senjata penting dari sisi kanan Argentina. Pergerakannya dapat menarik Rodriguez melebar, sehingga Messi mempunyai ruang lebih besar untuk bergerak menuju area setengah kanan.

Swiss perlu memutus hubungan antara De Paul dan Messi sejak awal. Apabila kedua pemain tersebut bebas melakukan kombinasi, Argentina dapat dengan mudah menciptakan keunggulan jumlah pemain di sisi kanan.

Ketika merebut bola, Swiss harus menyerang secepat mungkin sebelum Argentina membentuk pertahanan. Ndoye dan Vargas dapat mengeksploitasi ruang di belakang Molina maupun Tagliafico melalui lari vertikal langsung.

Bola mati juga dapat menjadi peluang penting bagi Swiss karena mereka memiliki Xhaka sebagai eksekutor. Embolo, Akanji, Elvedi, dan Zakaria menawarkan kekuatan duel udara yang bisa mengancam gawang Emiliano Martinez.

Peluang Lolos Argentina vs Swiss

Argentina vs Swiss memberikan peluang lebih besar kepada La Albiceleste berdasarkan kualitas, pengalaman, dan produktivitas serangan. Mereka selalu mencetak sedikitnya dua gol dalam 11 pertandingan Piala Dunia terakhir.

Argentina juga mempunyai banyak pilihan apabila pertandingan tidak berjalan sesuai rencana. Julian Alvarez, Thiago Almada, Facundo Medina, dan sejumlah pemain lain dapat memberikan perubahan dari bangku cadangan.

Swiss mempunyai peluang apabila mampu menjaga pertandingan tanpa gol hingga babak kedua. Semakin lama Argentina gagal menembus pertahanan, tekanan dapat meningkat dan membuat mereka kehilangan kesabaran dalam membangun serangan.

Kobel juga memberi Swiss rasa percaya diri apabila pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti. Ia baru saja menjadi pahlawan saat membantu negaranya menyingkirkan Kolombia dalam babak tos-tosan.

Sports Mole memperkirakan Argentina menang 2-1 karena mempunyai ketahanan mental serta kualitas lebih baik. Namun prediksi tersebut juga menggambarkan Swiss mampu memberikan perlawanan sulit sepanjang pertandingan.

Secara keseluruhan, Argentina tetap lebih favorit untuk mencapai semifinal Piala Dunia 2026. Namun Messi dan rekan-rekannya harus bekerja keras menghadapi pertahanan Swiss yang sangat terorganisasi dan belum kebobolan pada fase gugur.

Prediksi Jalannya Pertandingan Argentina vs Swiss

Argentina vs Swiss kemungkinan dimulai dengan tempo hati-hati karena kedua tim memahami risiko kebobolan lebih dahulu. Argentina akan memegang bola, sedangkan Swiss menjaga jarak antarlini dan menunggu kesempatan melakukan transisi.

Swiss diperkirakan menempatkan banyak pemain di sekitar Messi agar sang kapten tidak bebas menerima bola. Strategi tersebut dapat membuka ruang bagi Lautaro, Mac Allister, atau De Paul untuk menjadi pembeda.

Argentina mungkin kesulitan menciptakan peluang bersih pada awal pertandingan. Pertahanan Swiss mempunyai disiplin, pengalaman, dan kemampuan duel yang cukup baik untuk membuat laga berjalan lebih lambat.

Namun tekanan terus-menerus dapat menguras energi Xhaka, Freuler, dan Jashari. Ketika jarak antarlini mulai melebar, Messi bisa menemukan ruang untuk mengirim umpan atau melepaskan tembakan.

Swiss akan mencoba bertahan dalam pertandingan melalui clean sheet dan efektivitas serangan balik. Embolo menjadi target utama, sedangkan Vargas serta Ndoye harus bergerak cepat untuk memberikan dukungan dari kedua sisi.

Argentina vs Swiss pada akhirnya berpotensi ditentukan oleh satu momen kualitas individu. Argentina lebih favorit lolos, tetapi Akanji dan pertahanan Swiss mempunyai kemampuan untuk membuat Messi menjalani pertandingan yang sangat sulit.

Thailand di Piala AFF.

Daftar Pemain Thailand yang Sering Bobol Gawang Indonesia di Piala AFF

23 Jul 2026
Roulette Game

Roulette

22 Jul 2026
5 negara favorit juara Piala AFF 2026.

5 Negara Favorit Juara Piala AFF 2026, Indonesia Nomor Berapa?

22 Jul 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.