Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Kanada dari Peringkat 109 ke 16 Besar, Bukan Lagi Tim Pelengkap di Piala Dunia 2026

Kanada dari Peringkat 109 ke 16 Besar, Bukan Lagi Tim Pelengkap di Piala Dunia 2026

  • Juli 5, 2026
Timnas Kanada

Kanada akhirnya berdiri di tempat yang dulu terasa jauh dari bayangan mereka, yakni babak 16 besar Piala Dunia 2026. Negara yang lama hidup di bawah bayang-bayang hoki es dan lacrosse itu kini punya cerita besar di sepak bola.

Pencapaian ini terasa semakin luar biasa karena Kanada hampir tidak punya jejak kuat dalam sejarah sepak bola putra dunia satu dekade lalu. Namun, perubahan panjang membuat Les Rouges tidak lagi datang ke Piala Dunia hanya sebagai tuan rumah pendamping.

Perjalanan Kanada ke 16 besar bukan cerita instan yang lahir dari satu turnamen saja. Ini adalah hasil dari pembenahan bertahun-tahun, generasi pemain baru, dan keberanian membangun identitas sepak bola yang lebih percaya diri.

Di tengah banyak drama Piala Dunia 2026, kisah Kanada sempat berjalan di bawah radar. Padahal, naik dari masa kelam menuju fase gugur adalah salah satu cerita paling menarik dari turnamen kali ini.

Masa Kelam Kanada Sebelum Kebangkitan

Kanada selama ini lebih dikenal sebagai negeri hoki es pada musim dingin dan lacrosse pada musim panas. Sepak bola memang dimainkan luas, tetapi tidak pernah benar-benar menjadi pusat budaya olahraga nasional seperti di banyak negara lain.

Saat Kanada mengumumkan pencalonan tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Meksiko pada April 2017, posisi mereka di ranking FIFA masih sangat rendah. Timnas Kanada ketika itu berada di peringkat 109 dunia, jauh dari gambaran tim elite.

Posisi tersebut bahkan berada 21 tingkat di bawah Swaziland, yang kini dikenal sebagai Eswatini, dan empat tingkat di bawah Kazakhstan. Fakta itu memperlihatkan betapa jauh perjalanan yang harus ditempuh Kanada sebelum menjadi kekuatan baru.

Pada masa itu, kemenangan terbaru Kanada datang melawan Mauritania dan Bermuda, dua lawan yang bukan bagian dari elite dunia. Bahkan saat menghadapi Bermuda, Kanada membutuhkan gol Jay Chapman menit ke-75 dan Anthony Jackson-Hamel menit ke-88.

Angin Perubahan dari Kualifikasi 2022

Kebangkitan Kanada mulai terasa jelas dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2022. Saat itu, mereka belum cukup tinggi di ranking FIFA untuk langsung mendapat tempat di putaran akhir kualifikasi zona Concacaf.

Kanada harus memulai dari bawah dengan menghadapi lawan seperti Aruba dan Kepulauan Cayman pada putaran pertama. Mereka kemudian melewati Haiti dalam dua leg sebelum akhirnya mencapai babak final kualifikasi Concacaf.

Di putaran akhir itulah Kanada mulai menunjukkan bahwa mereka bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata. Mereka mampu mengalahkan Amerika Serikat dan Meksiko di kandang, lalu mencuri hasil imbang penting saat bermain tandang.

Kanada akhirnya finis di puncak kualifikasi Concacaf dan tampil sebagai tim paling konsisten. Sepanjang fase akhir kualifikasi itu, mereka mencetak gol paling banyak dan kebobolan paling sedikit dibanding para pesaingnya.

Qatar 2022 Jadi Titik Belajar Penting

Piala Dunia 2022 di Qatar belum memberi hasil besar bagi Kanada, tetapi turnamen itu menjadi fondasi penting. Mereka tergabung dalam grup berat bersama Maroko, Kroasia, dan Belgia, yang kemudian terlihat seperti grup neraka.

Laga pertama melawan Belgia hampir memberi awal sempurna bagi Kanada. Alphonso Davies mendapat kesempatan lewat penalti, tetapi kegagalannya membuat Kanada kehilangan peluang meraih poin bersejarah.

Meski akhirnya pulang cepat, Kanada meninggalkan tanda-tanda kemajuan yang jelas. Mereka mencatat 35 tembakan, jumlah terbanyak bersama di grup tersebut, dan menghasilkan expected goals lebih tinggi daripada lawan dalam laga melawan Belgia serta Maroko.

Kekalahan di Qatar tidak menghentikan arah perkembangan Kanada. Justru dari sana, mereka mendapat pengalaman tentang standar tertinggi sepak bola internasional dan mulai memahami detail kecil yang menentukan hasil di Piala Dunia.

Sempat Tersendat di Gold Cup

Setelah Qatar, perjalanan Kanada tidak selalu mulus karena mereka sempat tersendat di Concacaf Gold Cup. Pada edisi 2023 dan 2025, mereka sama-sama lolos dari fase grup tetapi gugur di babak pertama fase knockout lewat adu penalti.

Kegagalan itu menjadi pengingat bahwa perkembangan sebuah tim nasional tidak selalu berjalan lurus. Kanada punya generasi bagus, tetapi masih harus belajar mengelola tekanan ketika pertandingan masuk ke fase hidup mati.

Meski begitu, performa di Copa America 2024 memberi dorongan besar bagi Kanada. Mereka mampu mencapai semifinal, sebuah pencapaian yang memperkuat keyakinan bahwa proyek sepak bola negara itu berada di jalur benar.

Momentum tersebut ikut mengangkat posisi Kanada dalam ranking FIFA dan memperbesar kepercayaan diri publik. Selama lebih dari setahun sebelum Piala Dunia 2026, mereka sudah duduk di sekitar 30 besar dunia.

Jesse Marsch dan Identitas Baru Kanada

Jesse Marsch memainkan peran penting dalam membentuk wajah baru Kanada. Pelatih asal Amerika Serikat itu membawa gaya bermain agresif, pressing tinggi, dan keberanian menghadapi lawan yang secara reputasi lebih besar.

Di bawah Marsch, Kanada tidak hanya berusaha bertahan dan menunggu kesalahan lawan. Mereka ingin berlari, menekan, merebut bola lebih cepat, lalu menyerang dengan intensitas yang membuat lawan tidak nyaman.

Pendekatan itu cocok dengan profil pemain Kanada yang banyak mengandalkan kecepatan, fisik, dan energi tinggi. Nama-nama seperti Jonathan David, Cyle Larin, Tajon Buchanan, Stephen Eustáquio, dan Alphonso Davies menjadi fondasi penting.

Marsch juga membuat Kanada lebih percaya diri menghadapi panggung besar. Mereka tidak tampil seperti tim yang sekadar bangga ikut turnamen, tetapi seperti tim yang merasa pantas bersaing lebih jauh.

Poin Pertama dan Kemenangan Bersejarah

Kanada membuka Piala Dunia 2026 dengan hasil penting ketika menahan Bosnia-Herzegovina. Gol telat Cyle Larin memberi mereka poin pertama dalam sejarah Piala Dunia, sebuah momen kecil yang punya makna besar.

Kemenangan pertama kemudian datang dengan cara yang sangat meyakinkan saat Kanada menghajar Qatar 6-0. Laga itu dibantu dua kartu merah untuk Qatar, tetapi dominasi Kanada tetap menjadi penanda kekuatan baru mereka.

Kanada mencatat delapan tembakan tepat sasaran pada babak pertama, salah satu angka paling tinggi dalam 45 menit pertama laga Piala Dunia sejak 1994. Enam gol mereka juga menjadi rekor terbesar negara Concacaf dalam satu laga Piala Dunia.

Jonathan David mencetak hattrick dalam pesta gol tersebut dan menorehkan catatan bersejarah bagi pemain Concacaf. Cyle Larin juga menjadi pemain Kanada pertama yang mampu mencetak gol dalam lebih dari satu laga pada satu edisi Piala Dunia.

Cedera Koné dan Mental yang Tidak Roboh

Kemenangan besar atas Qatar juga menyisakan kabar pahit karena Ismaël Koné mengalami cedera serius. Gelandang Kanada itu harus menjalani operasi setelah mendapat tekel keras, tetapi ia tetap berada dekat dengan skuad sebagai sumber semangat.

Kehilangan Koné menjadi ujian berat karena Kanada sedang membangun momentum menuju fase gugur. Namun, kondisi itu tidak membuat ruang ganti kehilangan energi, bahkan dukungan untuk Koné menjadi bagian dari cerita emosional tim.

Kanada kemudian kalah 1-2 dari Swiss pada laga terakhir grup. Kekalahan itu membuat mereka kehilangan peluang bermain di kandang sendiri pada babak 32 besar, tetapi tidak menghapus tiket bersejarah ke fase gugur.

Marsch tetap memberi kredit besar kepada timnya karena mereka mampu melewati banyak situasi sulit. Cedera, tekanan tuan rumah, dan ekspektasi publik tidak membuat Kanada keluar dari jalur utama mereka.

Afrika Selatan Dikalahkan, Sejarah Ditulis

Babak 32 besar mempertemukan Kanada dengan Afrika Selatan dalam laga yang tidak berjalan mudah. Pertandingan itu jauh dari pesta gol, tetapi Kanada menunjukkan kualitas yang sering dibutuhkan tim besar, yakni kesabaran sampai menit akhir.

Stephen Eustáquio menjadi pahlawan lewat gol pada masa injury time yang membawa Kanada menang 1-0. Gol itu menjadi kemenangan pertama Kanada dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia, sekaligus memperpanjang mimpi mereka.

Momen tersebut terasa semakin emosional karena Eustáquio dikenal sebagai sosok penting di ruang ganti. Jesse Marsch bahkan menyebut gol itu sangat pantas untuk pemain yang telah melewati banyak masa sulit.

Kemenangan atas Afrika Selatan membuktikan bahwa Kanada tidak hanya bisa menang besar saat lawan melemah. Mereka juga bisa bertahan dalam laga ketat, mencari celah kecil, lalu menyelesaikan pertandingan dengan mental matang.

Skuad Kanada Kini Berbeda Jauh

Perjalanan Kanada hari ini sangat berbeda dibanding masa ketika mereka masih kesulitan melawan Bermuda. Dulu, skuad mereka banyak diisi pemain dari USL Championship dan Canadian Premier League, jauh dari sorotan elite dunia.

Kini, Kanada bisa menurunkan pemain yang berkiprah di level lebih tinggi meski beberapa bintang tidak selalu tersedia sejak awal. Tajon Buchanan dari Villarreal dan Nathan Saliba dari Anderlecht menjadi contoh peningkatan kualitas skuad.

Jonathan David juga menjadi simbol generasi baru yang membuat Kanada lebih tajam di lini depan. Bersama Cyle Larin, ia memberi tim pilihan serangan yang dulu sulit dibayangkan dalam sejarah sepak bola putra Kanada.

Alphonso Davies tetap menjadi nama global terbesar dalam proyek ini, meski kebugarannya harus dikelola hati-hati. Kehadiran Davies memberi Kanada kecepatan, pengalaman elite, dan aura bintang yang penting di panggung besar.

Preview Brasil vs Norwegia pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Preview Brasil vs Norwegia: Goyang Samba Diuji Kekuatan Pasukan Viking

05 Jul 2026
Timnas Kanada

Kanada dari Peringkat 109 ke 16 Besar, Bukan Lagi Tim Pelengkap di Piala Dunia 2026

05 Jul 2026
Lionel Messi

Piala Dunia 2026 Masuk 16 Besar, Duel Panas Makin Membara

05 Jul 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.