Prediksi Piala Dunia 2026 memasuki babak baru setelah turnamen menyisakan 16 tim terbaik. Dari 88 pertandingan yang sudah dimainkan, fase gugur kini menjadi panggung yang paling menentukan arah perebutan trofi.
Final Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20 Juli 2026, tetapi jalan menuju laga puncak semakin sempit. Opta Supercomputer kembali merilis proyeksi terbaru setelah fase grup dan babak 32 besar selesai dimainkan.
Dalam 25.000 simulasi terbaru, Prancis kini muncul sebagai tim dengan peluang juara paling besar. Les Bleus tidak lagi sekadar kandidat kuat, tetapi menjadi favorit utama setelah tampil impresif dalam empat pertandingan awal.
Perubahan ini menarik karena sebelum turnamen dimulai, Spanyol justru menjadi pilihan utama Opta Supercomputer. La Roja saat itu memenangkan turnamen dalam 16,1 persen dari 25.000 simulasi pramusim.
Spanyol Tergeser dari Posisi Teratas
Spanyol kini tidak lagi berada di puncak Prediksi Piala Dunia 2026 versi Opta. Peluang juara mereka turun menjadi 13,0 persen, meski skuad Luis de la Fuente tetap berada di jajaran kandidat kuat.
Salah satu penyebab penurunan itu adalah hasil imbang 0-0 melawan Cape Verde pada laga pembuka. Hasil tersebut memberi sinyal bahwa Spanyol tidak sepenuhnya kebal dari tekanan tim yang bermain disiplin dan rapat.
Masalah lain bagi Spanyol datang dari struktur bagan fase gugur yang tidak mudah. Mereka berada di jalur yang sama dengan Prancis, tim yang justru sedang tampil sangat tajam dan konsisten.
Meski begitu, Spanyol tetap punya kualitas besar untuk melaju jauh. Dengan status juara Euro 2024, mereka masih membawa fondasi permainan kuat dan kedalaman skuad yang bisa menyulitkan lawan mana pun.
Prancis Melonjak Jadi Kandidat Terkuat
Prancis menjadi negara yang paling diuntungkan oleh perkembangan turnamen sejauh ini. Opta memberi mereka peluang 28,9 persen untuk menjadi juara, angka tertinggi dibanding semua tim yang masih bertahan.
Selain itu, Prancis juga memiliki peluang terbesar untuk mencapai final dengan persentase 44,7 persen. Angka tersebut memperlihatkan betapa kuatnya model Opta menilai performa, jalur, dan kualitas skuad Didier Deschamps.
Deschamps membawa Prancis ke dua final Piala Dunia beruntun sebelum edisi 2026. Mereka mengangkat trofi pada 2018, lalu kalah dari Argentina melalui adu penalti dalam final dramatis Piala Dunia 2022.
Kini, Prancis dinilai punya kesempatan besar untuk kembali ke laga puncak. Kylian Mbappe, Michael Olise, Ousmane Dembele, dan Bradley Barcola membuat lini serang Les Bleus terlihat paling berbahaya sepanjang turnamen.
Jalur Prancis menuju fase lebih jauh juga terbantu oleh tersingkirnya Jerman. Sebelumnya, Jerman diperkirakan menjadi lawan berat Prancis di babak 16 besar, tetapi skenario itu berubah setelah kejutan besar terjadi.
Jerman tersingkir dari Paraguay lewat adu penalti pada babak 32 besar. Hasil itu membuka jalur Prancis, meski Les Bleus tetap harus berhati-hati karena Paraguay sudah membuktikan mampu menjatuhkan tim besar.
Opta menilai perubahan bagan ini ikut mengangkat peluang Prancis untuk mencapai final. Dalam turnamen fase gugur, jalur yang lebih terbuka sering kali punya dampak besar terhadap angka proyeksi juara.
Namun, status favorit tidak menjamin Prancis bisa berjalan mulus. Piala Dunia 2026 sudah menunjukkan bahwa satu laga buruk, satu kartu merah, atau satu adu penalti bisa menghancurkan semua perhitungan.
Argentina Masih Dibantu Messi
Argentina berada di posisi kedua dalam Prediksi Piala Dunia 2026 dengan peluang juara 16,3 persen. Status juara bertahan membuat Lionel Scaloni dan skuadnya tetap dianggap sebagai ancaman besar.
Tidak ada negara yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia putra sejak Brasil melakukannya pada 1962. Namun, performa Lionel Messi membuat peluang Argentina untuk memutus penantian 64 tahun itu tetap hidup.
Messi mencetak gol lagi ketika Argentina mengalahkan Cape Verde 3-2 lewat extra time pada babak 32 besar. Gol tersebut membuat koleksinya di Piala Dunia 2026 mencapai tujuh gol dan menempatkannya dalam perburuan Sepatu Emas.
Meski begitu, kemenangan atas Cape Verde juga memperlihatkan sisi rapuh Argentina. Juara bertahan dua kali kehilangan keunggulan dan harus bekerja keras sampai extra time untuk menghindari kejutan bersejarah.
Brasil Naik, Inggris Justru Menurun
Brasil mengalami kenaikan peluang juara dari 6,6 persen sebelum turnamen menjadi 9,1 persen pada proyeksi terbaru. Kenaikan itu membuat Selecao menyalip Inggris dalam daftar kandidat juara versi Opta.
Brasil memburu gelar Piala Dunia keenam, tetapi perjalanan mereka masih menyimpan banyak pertanyaan. Lini tengah yang kadang terlihat terbuka dan absennya Raphinha karena cedera menjadi pekerjaan rumah sebelum laga melawan Norwegia.
Inggris justru mengalami penurunan peluang dari 11,2 persen sebelum fase grup menjadi 8,1 persen. Tim asuhan Thomas Tuchel masih punya kualitas besar, tetapi jalur menuju final terlihat semakin berat.
Jika Brasil dan Inggris sama-sama melewati laga 16 besar, keduanya bisa bertemu di perempat final. Skenario itu membuat peluang Inggris menurun karena mereka harus melewati rute yang sangat menuntut.
Portugal Masih di Luar Lingkaran Teratas
Portugal berada di luar kelompok kandidat teratas dengan peluang juara 5,0 persen. Angka itu lebih rendah dibanding proyeksi sebelum turnamen, ketika Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan diberi peluang 7,0 persen.
Portugal memang masih bertahan, tetapi penampilan mereka belum sepenuhnya stabil. Kemenangan atas Kroasia memberi dorongan penting, namun pertanyaan soal keseimbangan serangan tetap muncul ketika Ronaldo menjadi pusat perhatian.
Cristiano Ronaldo masih menjadi magnet besar dalam turnamen ini. Namun, Portugal punya banyak pemain kreatif yang juga membutuhkan ruang untuk mengambil keputusan tanpa selalu bergantung kepada sang legenda.
Dalam konteks Prediksi Piala Dunia 2026, Portugal tetap berbahaya karena punya bakat besar di hampir semua lini. Namun, model Opta belum melihat mereka sekuat Prancis, Argentina, Spanyol, Brasil, atau Inggris.
Kolombia, Maroko, dan Norwegia Masuk Radar
Kolombia, Maroko, dan Norwegia menjadi kelompok penantang yang tidak boleh diabaikan. Opta memberi Kolombia peluang 3,4 persen, Maroko 3,2 persen, dan Norwegia 2,9 persen untuk menjadi juara.
Kolombia tampil sangat solid setelah memuncaki grup dan menyingkirkan Ghana. Mereka menjadi salah satu tim yang terlihat rapi, tajam, dan percaya diri dalam menghadapi tekanan fase gugur.
Maroko juga meneruskan reputasi besar setelah mencapai semifinal Piala Dunia 2022. Kemenangan atas Belanda melalui adu penalti menjadi bukti bahwa Singa Atlas masih punya mental kuat dalam laga besar.
Norwegia membawa ancaman berbeda melalui Erling Haaland yang menjadi pusat serangan. Dengan lima gol dari sembilan gol Norwegia, Haaland bisa mengubah peluang kecil menjadi kemenangan dalam satu momen.
Tiga Tuan Rumah Masih Bertahan
Hal menarik dari Piala Dunia 2026 adalah tiga tuan rumah masih bertahan sampai babak 16 besar. Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada sama-sama menjaga harapan publik tuan rumah dalam fase gugur.
Namun, Opta tidak terlalu tinggi menilai peluang mereka untuk menjadi juara. Amerika Serikat diberi peluang 2,1 persen, Meksiko 2,7 persen, dan Kanada hanya 0,5 persen.
Jika digabungkan, peluang salah satu dari tiga tuan rumah menjadi juara berada di angka 5,3 persen. Angka itu menunjukkan bahwa euforia kandang belum cukup untuk menyaingi kekuatan tradisional.
Amerika Serikat dinilai sebagai salah satu tim yang tampil mengesankan sejauh ini. Namun, jalur mereka sangat berat karena kemungkinan harus melewati Prancis atau Spanyol untuk menciptakan kejutan besar.
Paraguay Jadi Underdog Paling Ekstrem
Paraguay menjadi tim dengan peluang juara paling kecil dalam proyeksi Opta terbaru. Mereka hanya memenangkan Piala Dunia dalam 0,3 persen dari 25.000 simulasi yang dijalankan supercomputer.
Meski begitu, Paraguay sudah membuktikan bahwa peluang kecil bukan berarti mustahil. Mereka menyingkirkan Jerman lewat adu penalti setelah sebelumnya sempat dipandang rendah karena kalah telak 1-4 dari Amerika Serikat pada laga pembuka.
Berdasarkan Opta Power Rankings, Paraguay justru memiliki perjalanan paling berat menuju fase ini. Mereka menghadapi Amerika Serikat, Australia, Turki, dan Jerman dengan rata-rata kekuatan lawan 81,2 dari 100.
Angka itu lebih tinggi dibanding Norwegia yang mencatat rata-rata 80,0 dan Portugal dengan 79,0. Artinya, Paraguay sudah melewati rute brutal sebelum kembali menghadapi ujian besar melawan Prancis.
Swiss dan Kanada Punya Jalur Lebih Ringan
Di sisi lain, Swiss dan Kanada tercatat memiliki rata-rata lawan paling rendah dalam perjalanan mereka sejauh ini. Empat laga yang mereka jalani menghasilkan rata-rata Opta Power Rating 68,7 untuk kualitas lawan.
Angka itu bahkan sedikit lebih rendah dibanding Spanyol yang berada di 69,3. Catatan ini tidak otomatis mengecilkan pencapaian mereka, tetapi memberi konteks tentang kualitas lawan yang sudah dihadapi.
Swiss tetap berbahaya karena konsisten mencapai fase gugur dalam beberapa edisi terakhir. Mereka bukan tim yang selalu menyita perhatian, tetapi struktur permainan mereka sering membuat lawan frustrasi.
Kanada juga menjadi cerita kebangkitan menarik karena berhasil mencapai fase gugur sebagai tuan rumah. Meski peluang juara hanya 0,5 persen, pencapaian mereka tetap menjadi langkah besar bagi sepak bola nasional.
Prediksi Piala Dunia 2026 Masih Bisa Berubah
Prediksi Piala Dunia 2026 versi Opta bukan ramalan mutlak yang pasti terjadi. Model ini membaca probabilitas berdasarkan performa, kekuatan tim, jalur turnamen, dan simulasi ribuan skenario berbeda.
Karena itu, angka bisa berubah cepat setelah satu pertandingan. Gol telat, cedera pemain kunci, kartu merah, atau hasil adu penalti dapat mengubah peluang sebuah negara secara signifikan.
Prancis memang menjadi favorit terbesar saat ini, tetapi Argentina masih punya Messi dan pengalaman juara. Spanyol masih punya kualitas kolektif, Brasil punya tradisi besar, sementara Inggris tetap berbahaya jika menemukan ritme terbaik.
Piala Dunia 2026 sudah membuktikan bahwa turnamen ini tidak selalu mengikuti logika angka. Cape Verde nyaris mengejutkan Argentina, Paraguay menyingkirkan Jerman, dan beberapa favorit besar sudah lebih dulu pulang.



