Nama Mohamed Salah sudah lama identik dengan kebangkitan sepak bola Mesir di panggung internasional. Namun pada Piala Dunia 2026, kapten The Pharaohs kembali membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar bintang besar, melainkan sosok yang mampu mengubah sejarah negaranya melalui momen-momen paling menentukan.
Gol yang dicetak Salah saat Mesir menaklukkan Selandia Baru 3-1 pada laga Grup G, Senin (22/06/2026) menjadi lebih dari sekadar tambahan statistik pribadi. Gol tersebut membawa Mesir meraih kemenangan pertama dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia sekaligus membuka peluang besar untuk lolos ke babak gugur sebagai juara grup.
Momen itu terasa emosional bagi pemain berusia 34 tahun tersebut. Setelah peluit panjang berbunyi, Salah tampak kesulitan menyembunyikan perasaannya karena menyadari bahwa ia baru saja menjadi bagian dari pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Mesir modern.
“Sulit menggambarkan perasaan ini dengan kata-kata. Ini pencapaian luar biasa untuk seluruh pemain, pelatih, dan rakyat Mesir,” ujar Salah usai pertandingan yang berlangsung di Vancouver.
Kemenangan tersebut menjadi babak terbaru dari perjalanan panjang seorang pemain yang telah mengubah wajah sepak bola Mesir selama lebih dari satu dekade. Kini, dengan koleksi 68 gol internasional, Mohamed Salah hanya terpaut satu gol dari rekor sepanjang masa milik pelatihnya sendiri, Hossam Hassan.
Mohamed Salah Semakin Dekat dengan Rekor Abadi Mesir
Tidak ada pemain dalam sejarah sepak bola Mesir yang memiliki pengaruh sebesar Mohamed Salah di era modern. Selain sukses di level klub bersama Liverpool, ia juga menjadi simbol kebangkitan tim nasional yang sempat kehilangan arah setelah generasi emas Piala Afrika berakhir.
Sejak menjalani debut internasional pada 2011, Salah terus berkembang menjadi pusat permainan The Pharaohs. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan ketajamannya di depan gawang membuatnya menjadi ancaman bagi setiap lawan yang dihadapi Mesir.
Dalam kurun lebih dari satu dekade, Salah telah membantu Mesir mencapai berbagai pencapaian penting. Ia membawa negaranya kembali ke Piala Dunia, menembus final Piala Afrika, serta mempertahankan status Mesir sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Benua Afrika.
Kini, menjelang laga terakhir Grup G melawan Iran, perhatian publik Mesir tertuju pada peluang Salah memecahkan rekor Hossam Hassan. Jika mampu mencetak satu gol lagi, ia akan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Mesir.
Namun di balik angka-angka tersebut, terdapat sejumlah gol yang memiliki arti jauh lebih besar dibanding sekadar catatan statistik. Beberapa di antaranya bahkan mengubah perjalanan sepak bola Mesir secara permanen.
Gol yang Menghadirkan Kemenangan Pertama Mesir di Piala Dunia
Di antara seluruh gol yang pernah dicetak Mohamed Salah untuk tim nasional, gol ke gawang Selandia Baru pada Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi yang paling bersejarah. Gol itu lahir ketika Mesir sedang berada di bawah tekanan setelah tertinggal lebih dahulu dalam pertandingan penting Grup G.
Salah sebelumnya berperan besar melalui umpan silang akurat yang menghasilkan gol penyama kedudukan dari Ahmed Sayed Zizo. Ketika pertandingan mulai berjalan semakin terbuka, bintang Liverpool tersebut menunjukkan kualitas terbaiknya melalui aksi individu yang memukau.
Dengan kecepatan dan kontrol bola khasnya, Salah melewati beberapa pemain lawan sebelum melepaskan penyelesaian dingin yang membawa Mesir unggul. Gol tersebut langsung mengubah atmosfer pertandingan sekaligus menghidupkan harapan seluruh rakyat Mesir.
Kemenangan 3-1 atas Selandia Baru menjadi kemenangan pertama Mesir dalam sejarah Piala Dunia. Sebelumnya, negara Afrika Utara tersebut telah tampil pada edisi 1934, 1990, dan 2018 tanpa pernah merasakan kemenangan.
Karena konteks sejarah yang menyertainya, banyak pengamat menilai gol tersebut sebagai salah satu gol terpenting dalam karier internasional Mohamed Salah.
Penalti yang Mengakhiri Penantian 28 Tahun
Sebelum membawa Mesir meraih kemenangan pertama di Piala Dunia, Mohamed Salah lebih dulu menghadirkan momen yang tidak kalah bersejarah pada 2017. Saat itu, Mesir menghadapi Kongo dalam laga penentuan kualifikasi menuju Piala Dunia 2018.
Pertandingan berlangsung di Stadion Kairo yang dipadati sekitar 80 ribu penonton. Atmosfer luar biasa itu muncul karena seluruh rakyat Mesir menyadari bahwa tim nasional mereka berpeluang mengakhiri penantian panjang selama hampir tiga dekade.
Salah membuka keunggulan Mesir dan membuat stadion bergemuruh. Namun kegembiraan tersebut berubah menjadi ketegangan ketika Kongo berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-87.
Ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu, Mesir mendapatkan hadiah penalti. Seluruh harapan bangsa berada di pundak Salah yang harus menghadapi tekanan luar biasa dari jutaan pasang mata.
Dengan ketenangan seorang pemain kelas dunia, ia menaklukkan kiper lawan dan membawa Mesir menang 2-1. Gol itu memastikan tiket ke Piala Dunia 2018 sekaligus mengakhiri penantian 28 tahun sejak penampilan terakhir mereka pada edisi 1990.
Gol Spektakuler di Semifinal Piala Afrika 2017
Tahun 2017 menjadi salah satu periode penting dalam perjalanan Mohamed Salah bersama tim nasional. Setelah Mesir gagal lolos ke tiga edisi berturut-turut Piala Afrika, publik berharap sang bintang mampu membawa negaranya kembali ke jalur prestasi.
Harapan tersebut mencapai puncaknya ketika Mesir menghadapi Burkina Faso pada semifinal Piala Afrika 2017. Pertandingan berjalan ketat dan membutuhkan momen spesial untuk memecah kebuntuan.
Momen itu datang melalui kaki Salah. Dari luar kotak penalti, ia melepaskan tembakan melengkung yang tidak mampu dihentikan penjaga gawang lawan.
Gol tersebut menjadi simbol kebangkitan Mesir di turnamen paling prestisius Afrika. Meski laga akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti, Salah kembali menunjukkan mentalitasnya dengan sukses mengeksekusi tendangan dari titik putih.
Kemenangan itu membawa Mesir kembali ke final Piala Afrika setelah bertahun-tahun absen dari persaingan papan atas benua.
Saat Mohamed Salah Menjadi Raja Kualifikasi Piala Dunia
Salah tidak hanya dikenal sebagai pencetak gol penting, tetapi juga sebagai pemain yang konsisten mencetak rekor demi rekor. Salah satu momen bersejarah terjadi ketika Mesir menghadapi Djibouti pada awal kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dalam pertandingan tersebut, Salah mencetak empat gol sekaligus. Itu menjadi quattrick pertama yang dicetaknya bersama tim nasional Mesir.
Gol keempat dalam pertandingan tersebut memiliki makna khusus karena membuatnya melampaui rekor legenda Mesir, Mohamed Aboutrika. Dengan gol itu, Salah resmi menjadi pencetak gol terbanyak Mesir dalam sejarah kualifikasi Piala Dunia.
Pencapaian tersebut semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain terbesar yang pernah dimiliki sepak bola Mesir. Ia tidak hanya tampil bersinar di klub, tetapi juga selalu hadir ketika negaranya membutuhkan kontribusi maksimal.
Banyak pengamat menilai rekor tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan Salah menuju status legenda sepak bola Afrika.
Jawara Kualifikasi Afrika Sepanjang Masa
Jika rekor sebelumnya terasa istimewa, pencapaian berikutnya bahkan lebih besar lagi. Saat kembali menghadapi Djibouti pada fase kualifikasi yang sama, Mohamed Salah mencatatkan sejarah baru di level benua.
Dalam kemenangan 3-0 yang memastikan tiket Mesir ke Piala Dunia 2026, Salah mencetak dua gol penting. Gol-gol tersebut tidak hanya membawa Mesir ke putaran final, tetapi juga mengantarkannya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kualifikasi Piala Dunia zona Afrika.
Rekor tersebut menempatkan Salah di atas sejumlah legenda sepak bola Afrika yang pernah menghiasi panggung internasional. Pencapaian itu semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah lahir dari Benua Afrika.
Bersama pemain seperti Mahmoud Hassan Trezeguet dan Mohamed El Shenawy, Salah juga menjadi bagian dari generasi yang membawa Mesir tampil dalam dua edisi Piala Dunia.
Warisan yang Akan Sulit Ditandingi
Bagi banyak negara, pemain hebat datang dan pergi. Namun bagi Mesir, Mohamed Salah telah berkembang menjadi figur yang melampaui batas olahraga dan menjadi simbol nasional yang menyatukan jutaan orang.
Keberhasilannya di Eropa bersama Liverpool membuat nama Mesir dikenal lebih luas di dunia sepak bola global. Di sisi lain, dedikasinya untuk tim nasional memastikan bahwa popularitas tersebut tidak pernah terlepas dari identitas negaranya.
Kini, saat Mesir berada di ambang kelolosan ke babak gugur Piala Dunia 2026 dan Salah semakin dekat dengan rekor Hossam Hassan, publik mulai menyadari bahwa mereka sedang menyaksikan periode paling istimewa dalam sejarah sepak bola nasional.
Jika ia kembali mencetak gol saat menghadapi Iran, Mohamed Salah tidak hanya akan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Mesir. Ia juga akan semakin mengukuhkan dirinya sebagai pemain terbesar yang pernah mengenakan seragam The Pharaohs.



