Tahun 2022, Lionel Messi akhirnya angkat trofi FIFA World Cup™ pertamanya sekaligus kembali dinobatkan sebagai pemain terbaik. Empat tahun kemudian, sang legenda Argentina balik lagi bareng Albiceleste, dengan ambisi bikin kamu kagum dan mungkin merebut Golden Ball sekali lagi.
Tapi jelas Messi bukan satu-satunya. Ada banyak nama besar yang siap jadi pesaing utama Golden Ball di FIFA World Cup 2026. FIFA udah nyusun daftar kandidat yang layak kamu pantau.
Michael Olise (Prancis)
Musimnya di Bayern Munich luar biasa: 36 kontribusi gol dari 32 pertandingan, juara Bundesliga, plus gelar pemain terbaik musim. Kaki kirinya bisa bikin sihir dari mana aja, dribelnya bikin bek lawan mati gaya. Olise jelas pengen nunjukin kualitasnya di panggung terbesar dan Golden Ball bisa jadi targetnya.
Lamine Yamal (Spanyol)
Cedera sempat bikin dia cuma bisa nonton Barca juara La Liga dari tribun. Sekarang udah fit lagi, Yamal siap bantu Spanyol nambah trofi Piala Dunia. Umurnya baru 18, tapi skill dribel, passing, sampai finishing bikin banyak orang kehabisan kata. Golden Ball bisa jadi bukti betapa spesialnya dia.
Harry Kane (Inggris)
Kapten Inggris ini bukan cuma soal gol. Dia cetak 36 gol dan jadi top skor Bundesliga, tapi kontribusinya lebih luas: bantu bangun serangan dari belakang, kasih assist, bahkan sesekali turun bertahan. Striker komplet kayak Kane jelas masuk radar Golden Ball.
Vitinha (Portugal)
Playmaker 26 tahun ini jadi motor PSG di bawah Luis Enrique. Baru aja bawa timnya juara Liga Champions kedua beruntun, plus dapat penghargaan Player of the Match. Di Portugal, dia dikelilingi pemain teknis yang siap manfaatin visi luar biasanya. Golden Ball bisa jadi puncak kariernya.
Luis Diaz (Kolombia)
Musim debut di Bayern langsung bikin heboh. Kompany bilang dia “pecinta chaos” dan itu keliatan banget. Andalan Diaz ada di duel satu lawan satu, dengan perubahan arah eksplosif yang bikin bek lawan nggak bisa nebak. Kalau dikasih kebebasan, Diaz bisa bikin lawan di Piala Dunia pusing dan masuk kandidat Golden Ball.
Christian Pulisic (USA)
Pemain serba bisa ini jadi tumpuan utama tim tuan rumah. Dengan akselerasi cepat, bisa main pakai dua kaki, dan gaya main langsung ke gawang, Pulisic bisa jadi kunci sukses Amerika. Main di kandang sendiri jelas bikin motivasinya makin tinggi, dan Golden Ball bisa jadi hadiah manis.
Kylian Mbappe (Prancis)
Di Piala Dunia sebelumnya, lawan udah ngerasain betapa susahnya ngejaga Mbappe selama 90 menit. Musim ini, dia top skor Liga Champions dengan 15 gol bareng Real Madrid. Targetnya jelas: angkat trofi Piala Dunia kedua buat Les Bleus, plus Golden Ball sebagai bukti kualitasnya.
Enzo Fernandez (Argentina)
Gelandang Argentina ini jago banget ngatur tempo lewat passing cerdas. Datang ke Amerika Utara dengan status juara World Cup dan Club World Cup™, plus ditemani skuad berpengalaman. Golden Ball bisa jadi penghargaan tambahan buat strategi briliannya.
Ousmane Dembele (Prancis)
Setahun terakhir, Dembele panen penghargaan individu. Sekarang dia udah makin matang, bukan cuma jago nyerang tapi juga rajin nge-press lawan. Golden Ball bisa jadi koleksi berikutnya.
Declan Rice (Inggris)
Arsenal sukses musim ini salah satunya karena Rice. Atletis, kuat di duel, bisa ngatur permainan lewat passing, bahkan nyaman bawa bola maju. Tuchel bilang, “Pemain dengan kualitas kayak dia itu langka.” Golden Ball bisa jadi pengakuan atas perannya.
Raphinha (Brasil)
Sayap Barca ini punya dribel dan finishing oke, ditambah mentalitas agresif saat nggak pegang bola. Meski sempat diganggu cedera paha, kalau balik ke performa terbaik, dia bisa jadi winger paling berbahaya dan kandidat Golden Ball.
Federico Valverde (Uruguay)
Meski Madrid musimnya kurang oke, Valverde tetap bersinar. Gelandang 27 tahun ini terkenal dengan mentalitas dan kerja sama tim, plus tendangan jarak jauh yang bikin Ancelotti sampai bercanda mau cabut lisensi kalau Valverde nggak bikin 10 gol semusim. Golden Ball bisa jadi pembuktian kualitasnya.



