Penunjukan Xavi Hernandez sebagai pelatih Timnas Belanda menghadirkan banyak cerita menarik di luar urusan taktik dan hasil pertandingan. Hubungan sang pelatih dengan sepak bola Belanda ternyata sudah terbentuk jauh sebelum KNVB mempercayainya memimpin Oranje.
Xavi Hernandez resmi ditunjuk menggantikan Ronald Koeman pada Agustus 2026 dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. KNVB melihat filosofi sang pelatih selaras dengan tradisi permainan Belanda yang menekankan keberanian, dominasi bola, dan kreativitas.
Menariknya, hubungan Xavi Hernandez dengan Belanda bukan hanya terbentuk melalui pekerjaan baru tersebut, tetapi juga lewat sejarah Barcelona. Sepanjang kariernya, ia banyak dipengaruhi pelatih, pemain, dan gagasan sepak bola yang berasal dari Negeri Kincir Angin.
Karena itu, tujuh fakta berikut memperlihatkan mengapa kedatangan Xavi Hernandez ke Timnas Belanda terasa seperti pertemuan dua jalur sejarah. Ada hubungan dengan Cruyff, Van Gaal, Koeman, Piala Dunia, bahkan nama Xavi Simons.
7 Fakta Unik Xavi Hernandez dan Timnas Belanda
1. Menyebut Dirinya sebagai Anak Sepak Bola Belanda
Xavi Hernandez secara terbuka menyebut dirinya memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda setelah menerima pekerjaan bersama Oranje. Ia mengatakan pendidikan sepak bolanya di Barcelona sangat dipengaruhi Johan Cruyff dan Rinus Michels, dua tokoh besar Belanda.
Reuters mencatat Xavi Hernandez bahkan menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang bisa disebut sedikit sebagai anak sepak bola Belanda. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa ia tidak memandang pekerjaan Oranje sebagai sekadar kesempatan baru dalam karier kepelatihannya.
Filosofi Barcelona yang membentuk Xavi Hernandez memang mempunyai akar kuat dari Total Football yang dibawa Michels dan Cruyff. Gagasan tentang penguasaan bola, jarak antarpemain, pertukaran posisi, dan perebutan bola cepat kemudian menjadi identitas permainan sang gelandang.
Hubungan historis itu membuat penunjukan Xavi Hernandez terasa unik karena seorang pelatih Spanyol justru datang dengan DNA sepak bola yang sangat dekat dengan tradisi Belanda. KNVB mendapatkan pelatih asing, tetapi filosofi dasarnya tidak benar-benar asing.
2. Pelatih Asing Pertama Belanda Sejak 1978
Xavi Hernandez menjadi pelatih asing pertama Timnas Belanda sejak Ernst Happel memimpin Oranje pada Piala Dunia 1978. Artinya, hampir setengah abad berlalu sebelum KNVB kembali menyerahkan jabatan pelatih kepala tim nasional putra kepada sosok non-Belanda.
Ernst Happel sendiri membawa Belanda mencapai final Piala Dunia 1978 sebelum kalah dari Argentina setelah perpanjangan waktu. Setelah era tersebut, Oranje hampir selalu mempercayakan tim nasional kepada figur lokal dengan hubungan kuat terhadap sepak bola Belanda.
Penunjukan Xavi Hernandez sekaligus menunjukkan keberanian KNVB keluar dari kebiasaan lama setelah pencarian pelatih berlangsung sekitar enam minggu. Reuters melaporkan federasi sempat mendapat penolakan dari beberapa kandidat, termasuk Arne Slot dan Erik ten Hag.
Keputusan memilih Xavi Hernandez akhirnya menjadi menarik karena KNVB tetap mempertahankan filosofi Belanda meski menunjuk pelatih asing. Pengalaman Barcelona dan akar permainan Cruyff membuat Xavi dianggap memiliki pemahaman yang cukup dekat dengan identitas Oranje.
3. Dua Kali Menggantikan Ronald Koeman
Hubungan Xavi Hernandez dengan Ronald Koeman memiliki pola yang sangat tidak biasa dalam perjalanan kepelatihannya. Xavi sudah dua kali mendapatkan pekerjaan besar setelah periode Koeman berakhir, pertama bersama Barcelona dan kemudian bersama Timnas Belanda.
Pada November 2021, Xavi Hernandez kembali ke Barcelona sebagai pelatih setelah klub sebelumnya berpisah dengan Ronald Koeman. Lima tahun kemudian, skenario serupa terjadi ketika Xavi ditunjuk KNVB untuk menggantikan Koeman setelah Piala Dunia 2026.
Kesamaan tersebut menciptakan hubungan unik antara dua mantan pemain Barcelona yang berasal dari generasi berbeda. Koeman pernah menjadi bagian penting Dream Team Johan Cruyff, sedangkan Xavi tumbuh sebagai produk filosofi yang diwariskan dari era tersebut.
Dua pergantian tersebut juga memperlihatkan bahwa Xavi Hernandez berkali-kali diminta melanjutkan proyek yang sebelumnya dipimpin Koeman. Bedanya, tantangan kali ini berada di level tim nasional dengan waktu latihan jauh lebih terbatas dibandingkan klub.
4. Louis van Gaal Memberikan Debut Resmi kepada Xavi
Jauh sebelum menjadi pelatih Timnas Belanda, Xavi Hernandez sudah mendapatkan dorongan besar dalam kariernya dari Louis van Gaal. Pelatih asal Belanda tersebut memberikan kesempatan debut kompetitif kepada Xavi bersama tim utama Barcelona pada Agustus 1998.
Barcelona mencatat Xavi Hernandez baru berusia 18 tahun ketika Van Gaal memainkannya pada leg pertama Piala Super Spanyol melawan Mallorca. Sang gelandang bahkan mencetak gol pada debut resmi tersebut, meskipun Barcelona akhirnya mengalami kekalahan dengan skor 2-1.
Hubungan ini menjadi semakin menarik karena hampir tiga dekade kemudian Xavi justru memimpin negara asal pelatih yang membukakan pintu karier profesionalnya. Van Gaal sendiri merupakan salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah modern Timnas Belanda.
Pengaruh Belanda terhadap Xavi Hernandez juga berlanjut ketika Frank Rijkaard menangani Barcelona mulai 2003. Di bawah Rijkaard, Xavi semakin berkembang sebagai gelandang utama dan memenangkan dua gelar La Liga serta Liga Champions 2005/2006.
5. Pernah Menggagalkan Belanda Juara Piala Dunia
Xavi Hernandez pernah menjadi salah satu tokoh yang menggagalkan mimpi terbesar Timnas Belanda pada Piala Dunia 2010. Ia menjadi motor lini tengah Spanyol ketika La Roja mengalahkan Oranje 1-0 pada pertandingan final di Johannesburg.
Andres Iniesta mencetak gol penentu pada menit ke-116, tetapi Xavi memainkan peran besar dalam penguasaan dan distribusi bola Spanyol. FIFA mencatat tingkat akurasi operannya dalam pertandingan tersebut mencapai sekitar 93 persen, menggambarkan dominasi teknis La Roja.
Kemenangan itu memberikan Spanyol gelar Piala Dunia pertama sepanjang sejarah, sementara Belanda kembali harus menerima kekalahan di final. Enam belas tahun kemudian, sosok yang dahulu membantu menghentikan Oranje justru dipercaya memimpin mereka mengejar kejayaan internasional.
Ironinya semakin kuat karena Belanda kemudian membalas Spanyol dengan kemenangan telak 5-1 pada fase grup Piala Dunia 2014. Xavi menjadi starter pada pertandingan tersebut, sementara Robin van Persie dan Arjen Robben masing-masing mencetak dua gol.
6. Xavi Simons Dinamai dari Xavi Hernandez
Xavi Simons menghadirkan hubungan personal paling unik antara Xavi Hernandez dan generasi Timnas Belanda saat ini. Gelandang Oranje tersebut mengonfirmasi bahwa namanya memang diberikan berdasarkan Xavi, sosok yang menjadi idolanya ketika tumbuh di Barcelona.
Dalam wawancara resmi bersama RB Leipzig pada 2023, Simons mengatakan Xavi Hernandez selalu menjadi idolanya karena dirinya dibesarkan di Barcelona. Ia bahkan menjelaskan bahwa alasan tersebut menjadi dasar mengapa keluarganya memberinya nama Xavi.
Situasi itu menciptakan cerita yang sulit ditemukan pada tim nasional lain, karena seorang pemain kini dilatih sosok yang menginspirasi namanya sendiri. Keduanya juga mempunyai kaitan dengan akademi Barcelona, meskipun berada pada generasi yang berbeda.
Sayangnya, hubungan tersebut tidak langsung dapat terlihat di lapangan karena Xavi Simons mengalami cedera ACL pada 2026. Namun ketika pulih, kombinasi pelatih Xavi Hernandez dan pemain bernama Xavi akan menjadi salah satu cerita paling menarik Oranje.
7. Sudah Lama Dekat dengan Pemain-pemain Belanda
Xavi Hernandez juga bukan orang asing terhadap pemain Belanda karena pernah bekerja bersama Frenkie de Jong di Barcelona. Hubungan tersebut memberi keuntungan penting, sebab De Jong sudah memahami tuntutan positional play, sirkulasi bola, dan struktur build-up sang pelatih.
Selain Frenkie, Xavi juga pernah menangani Memphis Depay dan Luuk de Jong selama periode awalnya bersama Barcelona. Pengalaman tersebut berarti ia telah memahami karakter beberapa pemain Oranje sebelum resmi memasuki lingkungan tim nasional pada 2026.
Ketika berada di Barcelona sebagai pemain, Xavi bahkan berbagi ruang ganti dengan sejumlah pemain Belanda seperti Patrick Kluivert, Marc Overmars, Frank de Boer, dan Ronald de Boer. Pengalaman tersebut semakin memperdalam keterikatannya terhadap kultur sepak bola Belanda.
Karena itu, Xavi Hernandez datang bukan sebagai figur yang harus mengenal sepak bola Belanda dari nol. Ia memiliki hubungan panjang melalui pelatih, rekan setim, pemain yang pernah dilatih, serta filosofi permainan yang membentuk kariernya.
Xavi Hernandez Memulai Babak Baru Bersama Oranje
Penunjukan ini juga menjadi pengalaman pertama Xavi Hernandez menangani sebuah tim nasional setelah sebelumnya bekerja bersama Al Sadd dan Barcelona. Perubahan tersebut menuntut pendekatan berbeda karena kalender internasional hanya menyediakan waktu latihan singkat sebelum pertandingan.
KNVB memberikan kontrak hingga Piala Dunia 2030, sehingga Xavi memiliki waktu untuk mempersiapkan Euro 2028 dan turnamen dunia berikutnya. Masa kerja panjang tersebut menunjukkan federasi tidak sekadar mencari solusi sementara setelah berakhirnya periode Ronald Koeman.
Jika melihat seluruh hubungan sejarah tersebut, tugas Xavi Hernandez bersama Oranje mempunyai makna yang lebih luas daripada pekerjaan kepelatihan biasa. Ia membawa filosofi yang sebagian lahir dari Belanda kembali menuju tim nasional yang menjadi sumber inspirasinya.
Mulai dari sebutan anak sepak bola Belanda, jejak Van Gaal dan Rijkaard, hingga final Piala Dunia 2010, setiap cerita membentuk hubungan unik. Kehadiran Xavi Simons kemudian memberikan sentuhan modern yang membuat kisah tersebut semakin menarik.
Pada akhirnya, keberhasilan Xavi Hernandez tentu tetap akan ditentukan hasil pertandingan dan kemampuan membawa Timnas Belanda meraih trofi. Namun sebelum era barunya benar-benar dimulai, latar belakang historis tersebut sudah membuat penunjukannya menjadi salah satu keputusan paling menarik KNVB.



