Piala Super UEFA menjadi panggung pembuka musim Eropa yang mempertemukan juara kompetisi antarklub UEFA. Dalam sejarah turnamen, hanya segelintir pemain mampu kembali berkali-kali dan mengangkat trofi lebih dari tiga kali.
Data resmi UEFA yang diperbarui 12 Agustus 2026 menempatkan Dani Carvajal dan Luka Modrić sebagai pemegang rekor dengan lima gelar. Dani Alves, Karim Benzema, Toni Kroos, dan Paolo Maldini mengikuti dengan masing-masing empat kemenangan.
Dominasi pemain Real Madrid terlihat sangat kuat karena klub Spanyol itu memenangi enam edisi, terbanyak sepanjang sejarah. Carvajal, Modrić, Benzema, dan Kroos menjadi bagian penting dari periode ketika Madrid berkali-kali datang sebagai juara Liga Champions.
Namun, daftar ini juga memperlihatkan variasi generasi dan klub karena Alves menang bersama Sevilla serta Barcelona, sedangkan Kroos bersama Bayern dan Madrid. Maldini menjadi wakil era lama dengan empat gelar bersama AC Milan.
1. Dani Carvajal, Lima Kali Juara Piala Super UEFA
Dani Carvajal memimpin daftar bersama Luka Modrić setelah memenangi Piala Super UEFA pada 2014, 2016, 2017, 2022, dan 2024. Seluruh gelar itu diraih bersama Real Madrid dalam periode dominasi Eropa yang panjang.
Bek kanan Spanyol tersebut tampil dalam enam edisi, dengan satu kegagalan ketika Madrid kalah dari Atlético Madrid pada 2018. UEFA mencatat Carvajal dan Modrić sebagai pemain dengan kemenangan terbanyak sejak format modern satu pertandingan.
Gelar kelima Carvajal datang pada 2024 ketika Real Madrid mengalahkan Atalanta 2-0 di Warsawa. Kemenangan tersebut sekaligus membawa Madrid menjadi klub tersukses dengan enam trofi Piala Super UEFA, melewati Barcelona dan AC Milan.
Rekor Carvajal memperlihatkan konsistensi luar biasa karena ia bukan sekadar berada dalam skuad, tetapi tampil dalam setiap kemenangan Madrid sejak 2014. Stabilitasnya di sisi kanan pertahanan membuat namanya selalu hadir dalam era juara Eropa.
2. Luka Modrić, Lima Kali Juara Piala Super UEFA
Luka Modrić memiliki catatan identik dengan Carvajal, yakni lima kemenangan pada 2014, 2016, 2017, 2022, dan 2024. Seluruh keberhasilan itu diperoleh bersama Real Madrid setelah kesuksesan mereka di kompetisi antarklub Eropa.
Gelandang Kroasia tersebut juga tampil dalam enam edisi Piala Super UEFA dan hanya gagal menang pada 2018. Kekalahan dari Atlético Madrid menjadi satu-satunya noda dalam rekornya pada ajang ini selama memperkuat Los Blancos.
Modrić tetap menjadi bagian penting saat Madrid mengalahkan Atalanta 2-0 pada 2024 dan mencapai gelar kelimanya. UEFA kemudian menempatkan dirinya bersama Carvajal sebagai dua pemain tersukses sepanjang sejarah Piala Super UEFA.
Keistimewaan Modrić terletak pada panjangnya periode keberhasilan karena ia tetap bertahan dari era Cristiano Ronaldo hingga generasi baru Madrid. Kemampuan menjaga level permainan membuatnya terus terlibat dalam berbagai siklus kemenangan klub.
3. Dani Alves, Empat Kali Juara Piala Super UEFA
Dani Alves mengoleksi empat Piala Super UEFA, tetapi pencapaiannya berbeda karena diraih bersama dua klub. Ia menang bersama Sevilla pada 2006, kemudian menambah tiga trofi bersama Barcelona pada 2009, 2011, dan 2015.
Gelar pertamanya datang ketika Sevilla mengalahkan Barcelona 3-0 pada 2006, sebuah kemenangan besar bagi klub Andalusia. Setelah pindah ke Barcelona, Alves justru menjadi bagian dari tim yang mendominasi Eropa pada era Pep Guardiola dan Luis Enrique.
UEFA mencatat Alves tampil dalam lima edisi, termasuk kekalahan Sevilla dari AC Milan pada 2007. Empat kemenangan dari lima penampilan menempatkannya sebagai pemegang rekor sebelum Carvajal dan Modrić melewati catatan tersebut pada 2024.
Keunggulan Alves juga terlihat dari kemampuannya menang dalam dua lingkungan berbeda, bukan hanya satu dinasti klub. Perannya sebagai bek kanan ofensif memberi pengaruh besar dalam sistem Barcelona yang mengandalkan penguasaan bola dan serangan dari sisi lapangan.
4. Karim Benzema, Empat Kali Juara Piala Super UEFA
Karim Benzema mengumpulkan empat gelar bersama Real Madrid pada 2014, 2016, 2017, dan 2022. Striker Prancis itu menjadi bagian penting dari generasi Madrid yang mendominasi Liga Champions dan otomatis berkali-kali mendapatkan tiket ke ajang ini.
Benzema juga tampil dalam edisi 2018 ketika Madrid kalah 2-4 dari Atlético setelah perpanjangan waktu. Dengan demikian, UEFA mencatat lima penampilan untuk Benzema dengan empat kemenangan, sebuah tingkat keberhasilan yang sangat tinggi.
Piala Super UEFA 2022 menjadi salah satu momen penting karena Benzema mencetak gol saat Madrid mengalahkan Eintracht Frankfurt 2-0. Kemenangan tersebut datang ketika ia sudah menjadi pemimpin utama lini depan setelah era Cristiano Ronaldo berakhir.
Empat gelar Benzema menggambarkan perubahan perannya dari pendamping bintang menjadi figur sentral dalam serangan Madrid. Konsistensi itu membuat namanya tetap berada di kelompok pemain paling sukses meskipun ia tidak menambah gelar kelima.
5. Toni Kroos, Empat Kali Juara Piala Super UEFA
Toni Kroos juga mempunyai empat trofi, tetapi ia meraihnya bersama Bayern München dan Real Madrid. Gelar pertama datang bersama Bayern pada 2013, sebelum ia menang bersama Madrid pada 2014, 2017, dan 2022.
Keberhasilan 2013 berlangsung dramatis karena Bayern mengalahkan Chelsea lewat adu penalti setelah bermain 2-2 hingga perpanjangan waktu. Trofi tersebut menjadi awal catatan Kroos sebelum kepindahannya ke Madrid mengubah perjalanan kariernya.
Bersama Madrid, Kroos menjadi bagian penting dari lini tengah yang mendominasi Eropa bersama Modrić dan Casemiro. Ia tampil dalam lima edisi Piala Super UEFA, termasuk kekalahan dari Atlético Madrid pada 2018.
Catatan Kroos terasa istimewa karena ia menjadi satu dari sedikit pemain dalam daftar teratas yang menang bersama dua klub berbeda. Keberhasilan itu menunjukkan kualitasnya dapat berfungsi dalam dua sistem, liga, dan generasi juara yang berlainan.
6. Paolo Maldini, Empat Kali Juara Piala Super UEFA
Paolo Maldini menjadi nama paling senior dalam daftar dan meraih empat Piala Super UEFA bersama AC Milan. Gelar tersebut datang pada 1989, 1990, 1994, dan 2003, membentang selama empat belas tahun.
Maldini juga tampil pada edisi 1993 ketika Milan kalah dari Parma, sehingga UEFA mencatat lima partisipasi edisi. Karena beberapa edisi lama memakai format dua leg, jumlah pertandingan Maldini mencapai tujuh, lebih banyak daripada jumlah edisinya.
Format Piala Super UEFA pada sebagian besar era Maldini memang berbeda karena pertandingan secara prinsip dimainkan dua leg hingga 1997. Karena itu, membandingkan jumlah pertandingan generasi Maldini dengan pemain modern membutuhkan konteks format kompetisi.
Empat kemenangan Maldini tetap luar biasa karena semuanya diraih bersama AC Milan dalam dua generasi berbeda. Ia menjadi penghubung antara tim besar akhir 1980-an dan skuad Carlo Ancelotti yang kembali berjaya di Eropa pada awal 2000-an.
Dominasi Real Madrid di Rekor Piala Super UEFA
Enam pemain tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan di Piala Super UEFA biasanya berkaitan erat dengan dominasi di kompetisi Eropa. Untuk kembali berkali-kali, pemain harus terus berada dalam tim yang menjuarai Liga Champions atau kompetisi UEFA lainnya.
Real Madrid menjadi faktor terbesar dalam daftar karena Carvajal, Modrić, Benzema, dan Kroos mengumpulkan sebagian besar trofi mereka bersama klub tersebut. Madrid sendiri memimpin klasemen klub dengan enam gelar Piala Super UEFA.
Dani Alves dan Paolo Maldini menawarkan cerita berbeda karena keberhasilan mereka berasal dari Barcelona, Sevilla, dan AC Milan. Khusus Alves, empat gelar bersama dua klub menunjukkan bahwa rekor individu tidak selalu bergantung kepada satu tim.
Dengan lima trofi, Carvajal dan Modrić masih berada di puncak daftar pemain tersukses hingga pembaruan UEFA pada 12 Agustus 2026. Alves, Benzema, Kroos, dan Maldini berada tepat di belakang dengan empat gelar masing-masing.



