Piala Super UEFA menjadi panggung prestisius yang mempertemukan kampiun Liga Champions dengan juara Liga Europa pada awal musim Eropa. Trofi ini kerap dipandang sebagai penegasan status elite karena hanya bisa diperebutkan klub yang sebelumnya menjuarai kompetisi UEFA.
Dalam sejarahnya, Piala Super UEFA telah melahirkan sejumlah penguasa yang berulang kali kembali sebagai juara. Hingga edisi 2026, Real Madrid berdiri paling atas, diikuti AC Milan, Barcelona, Liverpool, dan Atletico Madrid dalam daftar kolektor terbanyak.
Data resmi UEFA mencatat Real Madrid mengoleksi enam gelar, sedangkan AC Milan dan Barcelona sama-sama memiliki lima trofi. Liverpool berada berikutnya dengan empat gelar, sementara Atletico Madrid menempati posisi kelima melalui tiga kemenangan dari tiga penampilan.
Dominasi lima klub tersebut juga memperlihatkan kekuatan tiga negara tradisional sepak bola Eropa, yakni Spanyol, Italia, dan Inggris. Spanyol bahkan memimpin daftar negara tersukses dengan 17 gelar Piala Super UEFA berkat kontribusi besar tiga klub dalam daftar ini.
Menariknya, keberhasilan mereka tidak selalu datang melalui pola yang sama karena format Piala Super UEFA sempat dimainkan dua leg sebelum berubah menjadi pertandingan tunggal. Berikut perjalanan lima klub dengan koleksi trofi terbanyak berdasarkan catatan resmi UEFA hingga 2026.
Daftar Klub dengan Gelar Piala Super UEFA Terbanyak
1. Real Madrid – 6 Kali Juara
Real Madrid menjadi klub paling sukses dalam sejarah Piala Super UEFA dengan enam gelar yang diraih pada 2002, 2014, 2016, 2017, 2022, dan 2024. Los Blancos memisahkan diri dari AC Milan dan Barcelona setelah kemenangan terbarunya.
Gelar pertama Real Madrid datang pada 2002 ketika mereka mengalahkan Feyenoord 3-1 dalam pertandingan yang digelar di Monaco. Kemenangan tersebut menjadi awal hubungan kuat Los Blancos dengan Piala Super UEFA pada era modern kompetisi Eropa.
Real Madrid kemudian menunggu 12 tahun sebelum kembali menjadi juara pada 2014 dengan mengalahkan Sevilla 2-0. Dua tahun sesudahnya, mereka kembali menundukkan lawan yang sama 3-2 setelah perpanjangan waktu untuk mendapatkan gelar ketiga.
Periode paling dominan terjadi ketika Real Madrid mempertahankan Piala Super UEFA pada 2017 seusai mengalahkan Manchester United 2-1. Mereka menjadi salah satu klub yang mampu meraih trofi ini secara beruntun setelah sebelumnya menjuarai edisi 2016.
Gelar kelima diperoleh pada 2022 setelah Real Madrid mengalahkan Eintracht Frankfurt 2-0 di Helsinki. Dua tahun kemudian, pasukan Carlo Ancelotti menundukkan Atalanta dengan skor identik untuk menciptakan rekor baru berupa enam trofi Piala Super UEFA.
Keberhasilan 2024 juga membawa Carlo Ancelotti mencatatkan lima kemenangan Piala Super UEFA sebagai pelatih, tiga bersama Real Madrid dan dua bersama AC Milan. Dani Carvajal serta Luka Modric sama-sama mengoleksi lima kemenangan sebagai pemain Real Madrid.
2. AC Milan – 5 Kali Juara
AC Milan berada di posisi kedua bersama Barcelona dengan lima gelar Piala Super UEFA, tetapi Rossoneri lebih dahulu mencapai jumlah tersebut. Klub Italia itu menjadi juara pada 1989, 1990, 1994, 2003, dan 2007 dalam periode kejayaan berbeda.
Kesuksesan pertama AC Milan terjadi pada 1989 ketika mereka mengalahkan Barcelona dengan agregat 2-1 dalam format dua pertandingan. Rossoneri langsung mempertahankan Piala Super UEFA setahun kemudian setelah menundukkan Sampdoria dengan agregat 3-1.
Trofi ketiga datang pada 1994 setelah AC Milan mengatasi Arsenal dengan agregat 2-0, setelah leg pertama berakhir tanpa gol. Prestasi tersebut memperlihatkan kekuatan generasi Milan yang dihuni banyak pemain elite dan memiliki pertahanan sangat berpengaruh.
AC Milan kemudian kembali mengangkat trofi pada 2003 setelah menang tipis 1-0 atas Porto di Monaco. Empat tahun berselang, Rossoneri merebut gelar kelima Piala Super UEFA dengan mengalahkan Sevilla 3-1 dalam pertandingan penuh emosi.
Catatan AC Milan semakin istimewa karena Paolo Maldini meraih empat kemenangan sebagai pemain pada 1989, 1990, 1994, dan 2003. Carlo Ancelotti juga memenangi dua edisi sebagai pelatih Milan, melengkapi keterikatannya dengan sejarah Piala Super UEFA.
3. Barcelona – 5 Kali Juara
Barcelona menyamai koleksi AC Milan dengan lima trofi Piala Super UEFA yang diraih pada 1992, 1997, 2009, 2011, dan 2015. Blaugrana juga mencatat sembilan penampilan, jumlah terbanyak bersama Real Madrid menurut statistik resmi UEFA.
Gelar pertama Barcelona diperoleh pada 1992 ketika mereka mengalahkan Werder Bremen dengan agregat 3-2 dalam format dua leg. Lima tahun kemudian, Barcelona kembali menjadi juara setelah menundukkan Borussia Dortmund dengan agregat 3-1.
Era Pep Guardiola menghadirkan dua tambahan trofi Piala Super UEFA melalui kemenangan atas Shakhtar Donetsk pada 2009 dan Porto pada 2011. Kedua sukses tersebut hadir ketika Barcelona sedang membangun salah satu periode paling dominan dalam sejarah klub.
Kemenangan 2009 harus diperoleh melalui perpanjangan waktu setelah Barcelona mengatasi Shakhtar dengan skor 1-0. Dua tahun berikutnya, Lionel Messi dan rekan-rekannya mengalahkan Porto 2-0 untuk membawa trofi kembali ke Camp Nou.
Gelar kelima Barcelona tercipta pada 2015 lewat duel spektakuler melawan Sevilla yang berakhir 5-4 setelah perpanjangan waktu. Pertandingan tersebut tercatat UEFA sebagai final satu leg dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Super UEFA.
4. Liverpool – 4 Kali Juara
Liverpool menjadi klub Inggris tersukses dalam sejarah Piala Super UEFA dengan empat gelar pada 1977, 2001, 2005, dan 2019. The Reds juga tampil enam kali, menjadikan mereka salah satu peserta paling konsisten dalam sejarah pertandingan pembuka musim Eropa.
Gelar perdana Liverpool datang pada 1977 saat mereka menghancurkan Hamburg dengan agregat 7-1 dalam dua pertandingan. Setelah bermain imbang 1-1 pada leg pertama, The Reds menang 6-0 di Anfield melalui penampilan menyerang yang sangat dominan.
Liverpool membutuhkan 24 tahun untuk mendapatkan gelar berikutnya, ketika mereka mengalahkan Bayern Munchen 3-2 pada 2001. Empat tahun kemudian, klub Merseyside kembali memenangkan Piala Super UEFA setelah menundukkan CSKA Moskva 3-1 melalui perpanjangan waktu.
Trofi keempat datang pada 2019 setelah Liverpool dan Chelsea bermain 2-2 hingga berakhirnya perpanjangan waktu. The Reds kemudian menang 5-4 melalui adu penalti, memperpanjang catatan mereka sebagai klub Inggris dengan gelar terbanyak pada ajang ini.
Sejarah Piala Super UEFA hanya mencatat dua pemain yang mencetak hat-trick, salah satunya Terry McDermott pada leg kedua edisi 1977. Catatan tersebut mempertegas besarnya pengaruh generasi awal The Reds dalam membangun reputasi mereka di Eropa.
5. Atletico Madrid – 3 Kali Juara
Atletico Madrid menempati urutan kelima dengan tiga gelar Piala Super UEFA yang diperoleh pada 2010, 2012, dan 2018. Catatan mereka sangat efisien karena Atletico memenangkan seluruh tiga penampilan yang pernah dijalani dalam kompetisi tersebut.
Trofi pertama Atletico Madrid hadir pada 2010 ketika mereka menundukkan Inter Milan 2-0. Kemenangan tersebut datang setelah Atletico menjuarai Liga Europa, sekaligus mengawali reputasi mereka sebagai tim yang sangat efektif dalam pertandingan Piala Super UEFA.
Dua tahun kemudian, Atletico tampil lebih meyakinkan dengan mengalahkan Chelsea 4-1 pada edisi 2012. Radamel Falcao menjadi bintang utama melalui hat-trick, salah satu dari hanya dua trigol yang pernah tercipta sepanjang sejarah kompetisi tersebut.
Atletico Madrid melengkapi koleksi ketiganya pada 2018 setelah mengalahkan rival sekota Real Madrid 4-2 melalui perpanjangan waktu. Diego Costa bahkan mencetak gol setelah 50 detik, yang masih tercatat sebagai gol tercepat sepanjang sejarah Piala Super UEFA.
Keunikan Atletico semakin jelas karena tiga kemenangan mereka datang sebagai pemegang trofi Liga Europa, bukan Liga Champions. UEFA mencatat Atletico sebagai satu-satunya pemenang non-Liga Champions sejak Zenit pada 2008 yang mampu melakukannya, yakni tiga kali.
Real Madrid Masih Menguasai Piala Super UEFA
Lima klub teratas menunjukkan bahwa Piala Super UEFA lebih dari sekadar pertandingan pembuka musim karena keberhasilannya berkaitan dengan kesinambungan prestasi Eropa. Real Madrid memimpin melalui enam gelar, disusul Milan dan Barcelona yang masing-masing memiliki lima.
Liverpool mempertahankan status sebagai klub Inggris tersukses dengan empat trofi, sedangkan Atletico Madrid memiliki rekor sempurna tiga kemenangan dari tiga penampilan. Hingga edisi 2026, belum ada klub lain yang berhasil menembus kelompok lima besar tersebut.
Paris Saint-Germain yang menjadi juara pada 2025 dan 2026 kini mengoleksi dua gelar, sehingga mulai mendekati kelompok elite Piala Super UEFA. Namun, mereka masih membutuhkan setidaknya satu gelar tambahan untuk menyamai koleksi Atletico Madrid di posisi kelima.



