Kembalinya Jose Mourinho ke Real Madrid pada musim panas 2026 membuka lagi perdebatan tentang salah satu kekuatan terbesar pelatih Portugal itu, yakni kemampuan memilih pemain yang tepat untuk sistemnya. Rekam jejak tersebut membuat daftar rekrutan terbaik Mourinho kembali relevan dibicarakan.
Madrid mendukung periode kedua Mourinho dengan investasi besar setelah dua musim tanpa trofi mayor, termasuk mendatangkan Yan Diomande, Marc Cucurella, Denzel Dumfries, Bernardo Silva, dan Ibrahima Konate. Mourinho kemudian diperkenalkan resmi pada 18 Agustus 2026 dan dikontrak sampai Juni 2029.
Bahan utama GOAL menempatkan Didier Drogba di posisi teratas dalam daftar 10 rekrutan terbaik Mourinho, sementara Zlatan Ibrahimovic berada di peringkat kesepuluh. Penilaian tersebut melihat harga transfer, dampak taktis, trofi, konsistensi, dan hubungan pemain dengan sang pelatih.
Mourinho memang memiliki reputasi sebagai pelatih pragmatis, tetapi kebijakan transfernya memperlihatkan pola yang lebih spesifik daripada sekadar membeli nama besar. Banyak rekrutan terbaik Mourinho justru menjadi pemain yang perannya berubah drastis setelah memahami tuntutan disiplin, intensitas, dan efisiensi.
Dalam periode pertamanya bersama Real Madrid, Mourinho membawa klub menjuarai La Liga 2011/12 dengan 100 poin, bukan 2010/11 seperti tercantum pada bahan awal. Ia juga pernah menjuarai Liga Champions bersama Porto dan Inter, pencapaian yang memperkuat reputasinya sebagai pembangun tim juara.
Mengapa Rekrutan Terbaik Mourinho Tidak Selalu Pemain Termahal?
10. Zlatan Ibrahimovic — PSG ke Manchester United, Gratis
Zlatan Ibrahimovic datang ke Manchester United tanpa biaya transfer pada 2016 setelah mencetak 50 gol dalam 51 pertandingan pada musim terakhirnya bersama Paris Saint-Germain. Usianya sudah 34 tahun, tetapi Mourinho melihat pengalaman dan mentalitasnya sebagai aset utama di ruang ganti.
Keraguan terhadap usia Ibrahimovic langsung terjawab ketika ia mencetak 28 gol di semua kompetisi pada musim 2016/17, termasuk dua gol di final Piala Liga melawan Southampton. Ia juga berperan dalam perjalanan United menjuarai Liga Europa sebelum cedera serius mengganggu musim berikutnya.
9. Cesc Fabregas — Barcelona ke Chelsea, £27 Juta
Cesc Fabregas kembali ke Premier League pada 2014 ketika Chelsea membelinya dari Barcelona seharga £27 juta, sebuah transfer yang sempat dinilai berisiko. Mourinho kemudian menempatkannya sedikit lebih dalam agar menjadi penghubung efektif antara pertahanan dan lini serang Chelsea.
Keputusan tersebut menghasilkan 18 assist pada Premier League 2014/15 ketika Chelsea menjadi juara, sekaligus menegaskan Fabregas sebagai salah satu rekrutan terbaik Mourinho. Hubungannya dengan Diego Costa juga menciptakan kombinasi kreator dan penyelesai yang sangat sulit dihentikan lawan.
8. Michael Essien — Lyon ke Chelsea, £24,4 Juta
Chelsea memecahkan rekor transfer klub saat mendatangkan Michael Essien dari Lyon pada 2005 dengan biaya £24,4 juta, tetapi investasi itu segera terbayar. Gelandang Ghana tersebut memberikan tenaga, agresivitas, kemampuan membaca permainan, dan daya jelajah besar yang sangat disukai Mourinho.
Essien ikut menggerakkan Chelsea menuju gelar liga kedua era Mourinho dan bertahan sembilan tahun di London sebelum kembali bekerja dengan sang pelatih di Real Madrid. Tendangan jarak jauhnya melawan Arsenal pada Desember 2006 juga menjadi salah satu momen paling ikonik kariernya.
7. Benni McCarthy — Celta Vigo ke Porto, £3 Juta
Benni McCarthy awalnya bermain untuk Porto sebagai pemain pinjaman pada 2001/02 dan mencetak 12 gol dalam 11 penampilan liga, tetapi klub belum mampu mempermanenkannya. Kesempatan kedua datang setelah minimnya menit bermain di Celta Vigo, lalu Porto membelinya hanya £3 juta.
Transfer murah itu berubah menjadi salah satu rekrutan terbaik Mourinho karena McCarthy mencetak 25 gol pada musim 2003/04 ketika Porto meraih gelar liga dan Liga Champions. Dua golnya melawan Manchester United di babak 16 besar menjadi bagian penting perjalanan bersejarah tersebut.
6. Diego Costa — Atletico Madrid ke Chelsea, £32 Juta
Diego Costa bergabung dari Atletico Madrid pada 2014 dengan biaya £32 juta dan langsung memberi Chelsea karakter yang dibutuhkan Mourinho di lini depan. Kekuatan fisik, agresivitas, kemampuan menahan bola, serta naluri mencetak gol membuat bek Premier League kesulitan mengendalikannya.
Costa menutup musim liga pertamanya dengan 20 gol dari 26 pertandingan Premier League, membantu Chelsea menjadi juara dan membuktikan biaya transfernya sangat sepadan. Ia kemudian kembali mengangkat trofi liga pada 2016/17, setelah Mourinho tidak lagi menangani klub.
5. Diego Milito — Genoa ke Inter Milan, £22 Juta
Diego Milito berusia 30 tahun ketika Inter merekrutnya dari Genoa pada Mei 2009, setelah mencetak 77 gol selama empat tahun bersama Real Zaragoza dan Genoa. Ia belum teruji di panggung tertinggi, tetapi Mourinho segera menjadikannya ujung tombak utama sistem serangan balik.
Milito mencetak gol penentu di final Coppa Italia, laga terakhir Serie A melawan Siena, dan dua gol di final Liga Champions kontra Bayern Munich. Kontribusi di tiga pertandingan penentu itu membuatnya menjadi salah satu rekrutan terbaik Mourinho dari sisi nilai dan dampak.
4. Wesley Sneijder — Real Madrid ke Inter Milan, £13 Juta
Inter membeli Wesley Sneijder dari Real Madrid pada Agustus 2009 dengan harga sekitar £13 juta, setelah sang gelandang tersisih dari proyek baru Los Blancos. Mourinho justru membangun struktur serangan Inter di sekeliling pemain Belanda tersebut sebagai kreator utama di belakang penyerang.
Sneijder tampil luar biasa sebagai nomor 10, termasuk mencetak gol dan assist saat Inter menang 3-1 atas Barcelona pada semifinal Liga Champions. Ia juga menghasilkan enam assist sepanjang kompetisi Eropa 2009/10 dan membawa Belanda mencapai final Piala Dunia pada tahun yang sama.
3. Ricardo Carvalho — Porto ke Chelsea, £20 Juta
Ricardo Carvalho mengikuti Mourinho dari Porto ke Chelsea pada 2004 dengan biaya £20 juta dan langsung membentuk duet tangguh bersama John Terry. Kombinasi antisipasi, kecepatan, teknik, dan keberanian membuat pertahanan Chelsea menjadi fondasi utama keberhasilan domestik mereka.
Chelsea hanya kebobolan 15 gol pada Premier League 2004/05 ketika menjadi juara untuk pertama kali dalam 50 tahun, rekor yang menegaskan pengaruh Carvalho. Mourinho kemudian kembali merekrut bek Portugal tersebut di Real Madrid pada 2010 dan memenangi La Liga serta Copa del Rey.
2. Samuel Eto’o — Barcelona ke Inter Milan
Kepergian Zlatan Ibrahimovic ke Barcelona pada 2009 awalnya membuat Mourinho marah, tetapi Inter memperoleh Samuel Eto’o dan dana besar dalam transaksi tersebut. Eto’o kemudian menerima peran berbeda dari kebiasaannya sebagai penyerang tengah, termasuk bekerja lebih dalam dan melebar.
Bintang Kamerun itu mencetak 16 gol pada musim 2009/10 ketika Inter meraih treble, namun kontribusi bertahannya sama penting dengan produktivitas tersebut. Ia juga menjadi pemain pertama yang meraih treble kontinental beruntun bersama dua klub berbeda setelah sebelumnya melakukannya bersama Barcelona.
1. Didier Drogba — Marseille ke Chelsea, £24 Juta
Didier Drogba dibeli Chelsea dari Marseille seharga £24 juta pada 2004 dan hanya mencetak 10 gol Premier League pada musim pertamanya, sehingga sempat mempertimbangkan kembali ke Prancis. Mourinho menahannya karena yakin karakter fisik dan mental Drogba akan berkembang menjadi senjata besar.
Drogba kemudian mencetak 49 gol di semua kompetisi dalam dua musim berikutnya dan memenangi Sepatu Emas Premier League pertamanya. Kombinasi kekuatan, sentuhan pertama, duel udara, dan keberanian di laga besar membuatnya pantas ditempatkan sebagai rekrutan terbaik Mourinho nomor satu.
Hubungan keduanya berlanjut ketika Mourinho membawa Drogba kembali ke Chelsea pada 2014 saat sang striker berusia 36 tahun, kali ini sebagai pelapis Diego Costa. Meski bukan lagi pilihan utama, ia tetap menyumbang tujuh gol dalam 40 penampilan dan meraih gelar Premier League keempatnya.
Pola Mourinho: Karakter Lebih Penting daripada Harga
Daftar ini memperlihatkan bahwa rekrutan terbaik Mourinho tidak selalu identik dengan pemain termahal atau bintang yang sedang berada di puncak pasar. Drogba, Milito, Sneijder, McCarthy, bahkan Ibrahimovic membuktikan bahwa kecocokan karakter sering menjadi faktor lebih penting daripada nilai transfer.
Itulah sebabnya proyek kedua Mourinho di Real Madrid layak diamati melalui perspektif serupa, terutama setelah klub melakukan perombakan besar pada musim panas 2026. Tantangannya bukan sekadar membeli kualitas, melainkan mengubah pemain baru menjadi bagian dari struktur kompetitif yang mampu menghasilkan trofi.
Jika pola lamanya kembali bekerja, nama seperti Diomande, Cucurella, Dumfries, Bernardo Silva, atau Konate berpotensi masuk pembicaraan rekrutan terbaik Mourinho pada masa mendatang. Namun, standar pembandingnya sangat tinggi karena Drogba, Eto’o, Carvalho, Sneijder, dan Milito sudah meninggalkan warisan besar.



